Indonesia Bukan Negara Kapitalis Yang Pemilunya Diatur Oleh Pasar

Dibaca: 8192 kali  Jumat, 05 Oktober 2018 | 10:02:33 WIB
Indonesia Bukan Negara Kapitalis Yang Pemilunya Diatur Oleh Pasar
Ket Foto :
JAKARTA - riautribune : Terkait aturan dana kampanye yang saat ini masih simpang siur baik dari segi aturan maupun praktiknya mengindikasikan bahwa pemilu di Indonesia masih diatur oleh kepentingan pasar.Hal itu diungkapkan oleh Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah saat ditemui di komplek DPR, Jakarta, Kamis (4/10).


"Kita kan mau memotong antara pemerintah dengan swasta atau pemodal besar karena kita tidak menganut sistem kapitalisme seperti di Amerika," ungkap Fahri. Fahri mencontohkan praktik pemilu di Amerika jelas dimainkan oleh para pemodal dan kepentingan pasar. Sehingga pengaruh pemodal dalam pemilu dan para calon sangat besar.


"Di Amerika memang politik itu urusannya pemain pasar karena banyak yang punya kepentingan dengan politik itu kan para pemain pasar," bebernya. Sambung dia, swasta atau pemodal bisa memberikan dana tanpa batas, unlimited. Pada akhirnya kompetisi politik itu menjadi kompetisi market. "Nah itu kita enggak mau. Biar kita mau yang masuk ini uang negara, uang yang bersih," pungkas Fahri. (rmol)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Legislator" Index »