Bang Buyung Pantas Dapat Penghargaan dari Negara

Dibaca: 63299 kali  Sabtu, 26 September 2015 | 15:08:01 WIB
Bang Buyung Pantas Dapat Penghargaan dari Negara
Ket Foto : Foto Internet

JAKARTA-riautribune: Ketua Dewan Kehormatan Penyelanggaraan Pemilu (DKPP) Jimly Asshiddiqie menilai Adnan Buyung Nasution sudah sepantasnya diberikan penghargaan oleh negara.

Pasalnya, menurut dia, Bang Buyung sapaan akrab Adnan, dikenal sebagai pejuang demokrasi dan keadilan yang berjuang keras menegakkan keadilan khususnya kepada masyarakat kecil dan tertindas.

Salah satu bentuk penghargaan itu, lanjut Jimly bisa dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata. Namun hal itu ditolak pihak keluarga.

"Beliau berhak ditempatkan di makam pahlawan tapi keluarga maunya dimakamkan di sini (TPU Tanah Kusir) karena dekat dengan anak sulungnya," ujar Jimly usai menghadiri pemakaman di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Kamis (24/9/2015).

Hal senada disampaikan pengacara senior yang juga anggota pembina Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH), Todung Mulya Lubis.

Menurut Todung, alasan keluarga dimakamkan di TPU Tanah Kusir karena sesuai dengan pesan terakhir yang disampaikan Adnan untuk dimakamkan dekat dengan putra pertamanya, Iken Basya Rinanda Nasution.

"Biar satu tempat, itu privilege keluarga untuk dimakamkan dimana saja," jelas Todung.

Meski keluarga menolak untuk dimakamkan di TMP Kalibata, Jimly menuturkan peran negara sudah cukup hadir dengan menggelar upacara militer bagi pemakaman Adnan Buyung.

"Tapi dengan upacara militer. Di sini negara sudah ambil peran," pungkas Jimly.(okz/rt)
 

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Tokoh" Index »

Rabu, 19 September 2018 - 11:04:12 WIB

Legislator Pertanyakan Dasar Penyusunan RUU Kerja Sama Pertahanan Luar Negeri

Anggota Komisi I DPR RI Supiadin Aries Saputra mempertanyakan peran Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara yang tidak dimasukkan sebagai dasar penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kerja Sama Luar Negeri Bidang Pertahanan, khususnya dalam pembahasan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Kerja Sama antara Indonesia dengan Arab Saudi dan Belanda di Bidang Pertahanan.

Rabu, 19 September 2018 - 11:04:12 WIB

Legislator Pertanyakan Dasar Penyusunan RUU Kerja Sama Pertahanan Luar Negeri

Anggota Komisi I DPR RI Supiadin Aries Saputra mempertanyakan peran Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara yang tidak dimasukkan sebagai dasar penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kerja Sama Luar Negeri Bidang Pertahanan, khususnya dalam pembahasan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Kerja Sama antara Indonesia dengan Arab Saudi dan Belanda di Bidang Pertahanan.