Pembahasan APBD 2019 Diulur,

Sekdaprov Riau: Secara Administratif Tugas Kami Sudah Selesai

Dibaca: 16105 kali  Sabtu, 08 September 2018 | 11:14:38 WIB
Sekdaprov Riau: Secara Administratif Tugas Kami Sudah Selesai
Ket Foto :

PEKANBARU - Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Ahmad Hijazi mengatakan persoalan penundaan pembahasan APBD 2019 bersama Banggar bukan kesalahan dari Pemprov Riau. Sebelumnya memang DPRD Riau menunda pembahasan itu dengan alasan tidak kuorum. Anggota Banggar banyak sibuk dengan kegiatan di komisi masing-masing.

 

"Secara administratif tugas kami sudah selesai. Selebih itu terserah dewan. Kami kapan dipanggil untuk membahas, siap saja," kata Hijazi. Tahapan seperti KUA-PPAS per 30 Juli 2018 lalu sudah selesai. Termasuk tugas dan persyaratan lainnya dalam penyusunan APBD sudah tuntas. "Untuk soal pembahasan, jika memang DPRD Riau sudah punya waktu luang dan kami diundang, kami hadir," sambungnya.

 

Dia menambahkan, target sebelumnya pada akhir November sebaiknya sudah disahkan APBD 2019. Dan minggu keempat September sebaiknya sudah di MoU. Sebelumnya, pembahasan RAPBD 2019 antara Banggar DPRD Riau dan TAPD, gagal lagi dilaksanakan hari ini, Kamis 6 September 2018. Wakil Ketua DPRD Riau, Sunaryo mengatakan gagalnya pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanjan Daerah (RAPBD) 2019, disebabkan tidak tercapainya kuorum rapat.

 

Salah satu alasannya, menurut Sunaryo, banyak anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Riau yang juga melakukan rapat hearing di komisi masing-masing. "Tak terlaksana hari ini, karena memang tidak memenuhi kuorum. Anggota Banggar juga banyak yang melakukan rapat hearing di komisi masing-masing," ujar Sunaryo.(bpc)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »

Kamis, 13 Desember 2018 - 17:37:49 WIB

SBY Berkunjung, Beri Spirit Kemenangan Untuk Demokrat Riau

Ketua Umum DPP Demokrat yang juga mantan Presiden RI Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) ternyata juga berkunjung ke Riau bersamaan dengan agena Presiden Joko Widodo. Namun kedatangan itu disebut Ketua DPD Demokrat Riau hanya kebetulan belaka. Riauterkini-PEKANBARU- Akhir minggu ini, Presiden RI, Joko Widodo dan mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang juga ketua umum DPP Partai Demokrat akan mengunjungi Riau. Menanggapi hal ini, Asri Auzar, Ketua DPD Demokrat Riau menegaskan, kunjungan Joko Widodo merupakan kunjungan kenegaraan berbeda dengan SBY yang mengunjungi Riau untuk acara partai dan bertemu masyarakat Riau. "Pak Jokowi itu kan dalam rangka tugas negara. Sedangkan Pak SBY, kunjungan partai dan menyapa masyarakat Riau," kata Asri Auzar dalam Jumpa Pers, Kamis (13/12/18). Rencananya, SBY beserta rombongan akan tiba di Riau pada Hari Jumat sekitar Jam 12:00 WIB. Sesampainya di Pekanbaru, SBY akan melaksanakan Sholat Jumat di mesjid yang dekat dengan Bandara SSK II. "Setelah Sholat Jumat, rombongan akan makan siang dan pada waktu malamnya, Pak SBY akan menghadiri pelantikan organisasi masyarakat Pacitan wilayah Riau," jelasnya. Keesokan harinya (Sabtu), SBY akan menghadiri pelantikan pengurus DPC Partai Demokrat se-Riau yang dilanjutkan dengan pembekalan Caleg Partai Demokrat se-Riau. "Siang Sabtu, Ibu Ani (istri SBY) dijadwalkan akan ke Tenayan Raya, bertemu dengan masyarakat Nias dan masyarakat sekitar," jelas anggot DPRD Riau ini. Pada Sabtu malam, rombongan akan ke Pondok Pesantren Babussalam dan pagi minggu, SBY dan rombongan akan mengikuti acara Car Free Day di Jalan Sudirman, Pekanbaru. "Jadi tidak ada kesengajaan kedua tokoh nasional ini datang ke Riau, semua karena kebetulan saja. Pak Jokowi akan menerima gelar adat dari LAM, sementara Pak SBY sudah lama mendapatkan gelar adat dari LAM Riau. Pak SBY tidak akan hadir di LAM, tapi jika ada suatu hal di luar kemampuan kami, kami tidak tau itu," tutupnya.

Selasa, 11 Desember 2018 - 23:13:07 WIB

Timsel Seleksi KPU Kabupaten/Kota Diduga Lakukan Kecurangan

PEKANBARU-riautribune: Sejumlah peserta seleksi KPU Kabupaten/kota mempertanyakan hasil keputusan timsel KPU Kabupaten/kota wilayah II, Provinsi Riau, karena dianggap janggal. Demikian diungkapkan oleh Muhammad Sukriadi salah satu peserta seleksi KPU kabupaten Rokanhulu, perihalnya timsel tidak memperlihatkan profesionalitas dalam menjalankan tugas