Ingin Tetap Bertahan

Sang Deklarator #gantipresiden Dipaksa Pulang ke Jakarta

Dibaca: 16094 kali  Sabtu, 25 Agustus 2018 | 11:02:23 WIB
Sang Deklarator #gantipresiden Dipaksa Pulang ke Jakarta
Ket Foto : Hj Neno Dipulangkan

PEKANBARU-riautribune: Harapan Neno Warisman Sang Deklarator #gantipresiden2018 untuk tetap bertemu dengan pendukungya di Pekanbaru, akhirnya mendapat tekanan dari pihak-pihak tertentu yang akhirnya memulangkan Neno kembali ke Jakarta pada penerbangan terakhir di SSK II, Sabtu malam, pukul 22.27 wib.
 Dalam video singkat melalui pesan Whatsapp, Neno terpaksa pulang lantaran mendapat tekanan dari aparat.
 Dalam keterangan di video tersebut, Neno mengaku mendapat intimidasi dari aparat. Bahkan dia diancam agar langsung pulang ke Jakarta dan diminta tidak melanjutkan kegiatan besok.

"Ya akhirnya, saya minta Kabinda untuk tidak berlaku kasar. Saya solat dulu dua rakaat, sebelum akhirnya dilakukan pemulangan, dipaksa pulang tepatnya,"akunya


Presidium Relawan #2019gantipresiden Pusat, Ari Saptono ketika dihubungi wartawan via seluler menuturkan pihaknya harus merelakan kepulangan Sang Deklarator akibat tekanan aparat.

Ari mengatakan bahwa Neno kembali ke Jakarta seorang diri. Sedangkan presidium lainnya tetap berada di Pekanbaru untuk melanjutkan kegiatan. "Bunda Neno hanya kembali seorang diri, sedangkan presidium lainnya tetap di Pekanbaru," katanya.

Sementara situasi di pintu masuk Bandara sedikit memanas. Ratusan massa melakukan orasi dan mendesak agar Neno Warisman tetap dibebaskan. Aksi ini mendapat pengawalan dari aparat keamanan.

Penghadangan Neno Warisman ini bukan kali pertama terjadi. Kondisi serupa pernah dialami saat mendarat di Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau.

Walaupun sempat tertahan di Hang Nadim, Neno akhirnya bisa keluar dari Bandara dengan dikawal aparat keamanan.(jnk)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »

Kamis, 13 Desember 2018 - 17:37:49 WIB

SBY Berkunjung, Beri Spirit Kemenangan Untuk Demokrat Riau

Ketua Umum DPP Demokrat yang juga mantan Presiden RI Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) ternyata juga berkunjung ke Riau bersamaan dengan agena Presiden Joko Widodo. Namun kedatangan itu disebut Ketua DPD Demokrat Riau hanya kebetulan belaka. Riauterkini-PEKANBARU- Akhir minggu ini, Presiden RI, Joko Widodo dan mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang juga ketua umum DPP Partai Demokrat akan mengunjungi Riau. Menanggapi hal ini, Asri Auzar, Ketua DPD Demokrat Riau menegaskan, kunjungan Joko Widodo merupakan kunjungan kenegaraan berbeda dengan SBY yang mengunjungi Riau untuk acara partai dan bertemu masyarakat Riau. "Pak Jokowi itu kan dalam rangka tugas negara. Sedangkan Pak SBY, kunjungan partai dan menyapa masyarakat Riau," kata Asri Auzar dalam Jumpa Pers, Kamis (13/12/18). Rencananya, SBY beserta rombongan akan tiba di Riau pada Hari Jumat sekitar Jam 12:00 WIB. Sesampainya di Pekanbaru, SBY akan melaksanakan Sholat Jumat di mesjid yang dekat dengan Bandara SSK II. "Setelah Sholat Jumat, rombongan akan makan siang dan pada waktu malamnya, Pak SBY akan menghadiri pelantikan organisasi masyarakat Pacitan wilayah Riau," jelasnya. Keesokan harinya (Sabtu), SBY akan menghadiri pelantikan pengurus DPC Partai Demokrat se-Riau yang dilanjutkan dengan pembekalan Caleg Partai Demokrat se-Riau. "Siang Sabtu, Ibu Ani (istri SBY) dijadwalkan akan ke Tenayan Raya, bertemu dengan masyarakat Nias dan masyarakat sekitar," jelas anggot DPRD Riau ini. Pada Sabtu malam, rombongan akan ke Pondok Pesantren Babussalam dan pagi minggu, SBY dan rombongan akan mengikuti acara Car Free Day di Jalan Sudirman, Pekanbaru. "Jadi tidak ada kesengajaan kedua tokoh nasional ini datang ke Riau, semua karena kebetulan saja. Pak Jokowi akan menerima gelar adat dari LAM, sementara Pak SBY sudah lama mendapatkan gelar adat dari LAM Riau. Pak SBY tidak akan hadir di LAM, tapi jika ada suatu hal di luar kemampuan kami, kami tidak tau itu," tutupnya.

Selasa, 11 Desember 2018 - 23:13:07 WIB

Timsel Seleksi KPU Kabupaten/Kota Diduga Lakukan Kecurangan

PEKANBARU-riautribune: Sejumlah peserta seleksi KPU Kabupaten/kota mempertanyakan hasil keputusan timsel KPU Kabupaten/kota wilayah II, Provinsi Riau, karena dianggap janggal. Demikian diungkapkan oleh Muhammad Sukriadi salah satu peserta seleksi KPU kabupaten Rokanhulu, perihalnya timsel tidak memperlihatkan profesionalitas dalam menjalankan tugas