Kok Hanya Lapor LAGOI, Dewan Juga Harus Berani Usut BUMD

Dibaca: 23762 kali  Ahad, 29 Juli 2018 | 21:35:13 WIB

 

PEKANBARU (KR): Anggota DPRD Provinsi Riau seperti setengah hati dalam mengusut aset Pemprove Riau. Perihalnya saat ini para wakil rakyat yang akan habis masa jabatannya itu hanya fokus kepada satu persoalan yakni saham Pemprov di LAGOI. Menurut pengamat politik Riau Friska Rahman, hal ini justru menimbulkan kecurigaan, seperti tebang pilih, dan indikasi target tertentu saja.
  "Kita tidak ingin Wakil rakyat ini seperti golongan LSM, hendaknya mereka bekerja tuntas, karena memiliki power yang tepat. Coba usut juga SOal RAL, bagaimana dengan SPR yang dulunya punya anak perusahaan club basket. Kemana saja aset-asetnya?. Bukan hanya itu Pemprov juga harus mengintentarisir seluruh asetnya seperti rumah dinas yang banyak dikuasai mantan pejabat,"Ucap Fris kepada riautribune.com baru-baru ini.
  Lebih lanjut peneliti di Lembaga Kajian Demokrasi Indonesia (LKDI) riau ini menuturkan, jika DPRD hanya berkoar-koar soal LAGOI saja, maka sama saja dengan ilustrasi NOam Comsky soal "The Empror and the Pirate".
  "Jangan hanya karena Kaisal sang penguasa dianggap pahlawan, padahal dia penjahat perang. tetapi Sang perompak dianggap sebagai maling, hanya karena stratanya perompak. Inilah yang harusnya dipikir oleh para wakil rakyat itu. Jadi jagan hanya berkoar di media, buktikan, laporkan, kemudian giring penegak hukum untuk menangkap pelakunya,"Ucap Iyan Seraya menambahkan, Jangan kemudian anggota dewan lupa dengan posisinya sebagai pejabat, tetapi masih bertingkah seperti LSM.(rls)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »

Kamis, 13 Desember 2018 - 17:37:49 WIB

SBY Berkunjung, Beri Spirit Kemenangan Untuk Demokrat Riau

Ketua Umum DPP Demokrat yang juga mantan Presiden RI Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) ternyata juga berkunjung ke Riau bersamaan dengan agena Presiden Joko Widodo. Namun kedatangan itu disebut Ketua DPD Demokrat Riau hanya kebetulan belaka. Riauterkini-PEKANBARU- Akhir minggu ini, Presiden RI, Joko Widodo dan mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang juga ketua umum DPP Partai Demokrat akan mengunjungi Riau. Menanggapi hal ini, Asri Auzar, Ketua DPD Demokrat Riau menegaskan, kunjungan Joko Widodo merupakan kunjungan kenegaraan berbeda dengan SBY yang mengunjungi Riau untuk acara partai dan bertemu masyarakat Riau. "Pak Jokowi itu kan dalam rangka tugas negara. Sedangkan Pak SBY, kunjungan partai dan menyapa masyarakat Riau," kata Asri Auzar dalam Jumpa Pers, Kamis (13/12/18). Rencananya, SBY beserta rombongan akan tiba di Riau pada Hari Jumat sekitar Jam 12:00 WIB. Sesampainya di Pekanbaru, SBY akan melaksanakan Sholat Jumat di mesjid yang dekat dengan Bandara SSK II. "Setelah Sholat Jumat, rombongan akan makan siang dan pada waktu malamnya, Pak SBY akan menghadiri pelantikan organisasi masyarakat Pacitan wilayah Riau," jelasnya. Keesokan harinya (Sabtu), SBY akan menghadiri pelantikan pengurus DPC Partai Demokrat se-Riau yang dilanjutkan dengan pembekalan Caleg Partai Demokrat se-Riau. "Siang Sabtu, Ibu Ani (istri SBY) dijadwalkan akan ke Tenayan Raya, bertemu dengan masyarakat Nias dan masyarakat sekitar," jelas anggot DPRD Riau ini. Pada Sabtu malam, rombongan akan ke Pondok Pesantren Babussalam dan pagi minggu, SBY dan rombongan akan mengikuti acara Car Free Day di Jalan Sudirman, Pekanbaru. "Jadi tidak ada kesengajaan kedua tokoh nasional ini datang ke Riau, semua karena kebetulan saja. Pak Jokowi akan menerima gelar adat dari LAM, sementara Pak SBY sudah lama mendapatkan gelar adat dari LAM Riau. Pak SBY tidak akan hadir di LAM, tapi jika ada suatu hal di luar kemampuan kami, kami tidak tau itu," tutupnya.

Selasa, 11 Desember 2018 - 23:13:07 WIB

Timsel Seleksi KPU Kabupaten/Kota Diduga Lakukan Kecurangan

PEKANBARU-riautribune: Sejumlah peserta seleksi KPU Kabupaten/kota mempertanyakan hasil keputusan timsel KPU Kabupaten/kota wilayah II, Provinsi Riau, karena dianggap janggal. Demikian diungkapkan oleh Muhammad Sukriadi salah satu peserta seleksi KPU kabupaten Rokanhulu, perihalnya timsel tidak memperlihatkan profesionalitas dalam menjalankan tugas