Doa Marquez dan Vinales untuk Surabaya

Dibaca: 16514 kali  Selasa, 15 Mei 2018 | 10:06:20 WIB
Doa Marquez dan Vinales untuk Surabaya
Ket Foto :

Jakarta - Teror bom di Surabaya masih menjadi perhatian para pesohor olahraga. Marc Marquez dan Maverick Vinales mengirim doa untuk kota Pahlawan dan Indonesia. Seperti telah diketahui, serangkaian serangan bom bunuh diri terjadi di kota Surabaya pada Minggu (13/5/2018) hingga Senin (14/5/2018).

 

Sejumlah ledakan terjadi di tiga gereja pada Minggu pagi, berlanjut dengan serangan ke Polrestabes Surabaya di hari Senin pagi. Terdapat 18 orang tewas dalam insiden di gereja termasuk enam terduga teroris.

 

Sementara untuk kejadian di Polrestabes ada empat pelaku yang tewas, dengan sejumlah polisi dan warga luka-luka. Secara keseluruhan, ada 12 warga meninggal dan 13 terduga teroris tewas.

 

Jumlah terduga pelaku yang tewas ini sudah termasuk mereka yang ditindak oleh aparat Kepolisian Republik Indonesia (Polri) di sejumlah tempat di wilayah Sidoarjo dan Surabaya.

 

Rangkaian serangan ini mengundang simpati dan duka dari seluruh dunia, termasuk dari para pesohor olahraga. Dua pebalap MotoGP yakni Marc Marquez dan Maverick Vinales mengirimkan doanya untuk kota Surabaya.

 

Marquez yang merupakan juara dunia MotoGP mengunggah foto yang berisi tulisan. Dalam bahasa Indonesia, tulisan itu kira-kira berarti 'Tetap jaga diri, terus kuat Surabaya' plus tagar #berdoauntuksurabaya.

 

Sementara Vinales mengunggah gambar berisi simbol keberagaman agama di Indonesia. Gambar itu diperkuat dengan teks 'Pray for Indonesia' yang berarti 'Berdoa untuk Indonesia'.

 

Sebelumnya kolega Marquez dan Vinales yakni Jorge Lorenzo juga sudah mengungkapkan belasungkawa. Dari lapangan hijau, doa juga dikirimkan pesepakbola Belgia keturunan Indonesia, Radja Nainggolan. (dnc)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Olahraga" Index »

Rabu, 19 September 2018 - 11:04:12 WIB

Legislator Pertanyakan Dasar Penyusunan RUU Kerja Sama Pertahanan Luar Negeri

Anggota Komisi I DPR RI Supiadin Aries Saputra mempertanyakan peran Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara yang tidak dimasukkan sebagai dasar penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kerja Sama Luar Negeri Bidang Pertahanan, khususnya dalam pembahasan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Kerja Sama antara Indonesia dengan Arab Saudi dan Belanda di Bidang Pertahanan.

Rabu, 19 September 2018 - 11:04:12 WIB

Legislator Pertanyakan Dasar Penyusunan RUU Kerja Sama Pertahanan Luar Negeri

Anggota Komisi I DPR RI Supiadin Aries Saputra mempertanyakan peran Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara yang tidak dimasukkan sebagai dasar penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kerja Sama Luar Negeri Bidang Pertahanan, khususnya dalam pembahasan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Kerja Sama antara Indonesia dengan Arab Saudi dan Belanda di Bidang Pertahanan.