HM. Wardan : Gaji 443 Guru Bantu di Inhil Segera Cair

Jumat, 10 Maret 2017

foto internet

TEMBILAHAN - riautribune : Para guru bantu yang bertugas di Kabupaten Inhil diminta jangan risau. Untuk tahun 2017, melalui usulan yang disampaikan oleh Dinas Pendidikan, gaji bagi 443 orang guru bantu sudah disetujui realisasinya.

Hal ini disampaikan langsung oleh Bupati Inhil, HM Wardan, menjawab keresahan para guru bantu yang akhir-akhir ini marak di grup-grup media sosial.

''Alhamdulillah usulan itu sudah disetujui Pemprov Riau dengan nilai total Rp10 miliar lebih. Jadi para guru bantu kita yang ada tak usah risau, semua sudah kita dudukkan dengan Pemprov Riau,'' ucap Wardan, Kamis (9/3/2017).

Secara detail, Kepala Bappeda Kabupaten Inhil, Tengku Juhardi, menjelaskan bahwa dengan nilai yang ada sudah dapat membayar gaji bagi 443 orang guru bantu yang ada selama 12 bulan atau setahun penuh. Masing-masing, katanya, digaji sebesar Rp2 juta rupiah setiap bulannya.

''Hal ini sesuai dengan yang tertuang pada SK Gubernur Riau bernomor 223/II/2017,'' jelas Tengku.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, kerisauan guru bantu ini bermula dari beredarnya kopian surat dari Pemkab Inhil kepada Pemprov Riau tentang Dana Bantuan Keuangan (Bankeu). Dijabarkan Tengku, Pemkab Inhil memang tidak mengusulkan gaji guru bantu itu melalui mekanisme proposal usulan Bankeu.

Hal ini katanya karena menurut aturan yang ada pembayaran gaji guru bantu itu memang sudah merupakan kewajiban Pemprov Riau.

''Pengusulan itu memang harus berbeda. Khusus untuk guru bantu, itu merupakan bahagian kewajiban Pemerintah Provinsi melalui Dinas Pendidikan Provinsi. Ini sudah wajib,'' lanjutnya.

Pendataan dikatakan Tengku memang dilakukan oleh kabupaten, kemudian diusulkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota kepada Dinas Pendidikan Provinsi.

''Setelah ini dievaluasi oleh Tim Disdik Provinsi, didapatlah anggarannya. Nah inilah yang disahkan dan provinsi wajib membayarkannya ke kabupaten-kota. Tak ada alasan mereka untuk membayar dan itu tidak perlu kita usulkan pada proposal bankeu,'' tukas Tengku.(grc)