Hindari Virus Berbahaya, Peternak Ikan Keramba di Riau Diminta Tidak Gunakan Bibit Ikan Ilegal

Senin, 13 Maret 2023

Ilustrasi/net

PEKANBARU, Riautribune.com - Peternak ikan keramba, khususnya di Kabupaten Kampar, Riau, diminta tidak lagi menggunakan bibit ikan illegal. Hal ini belajar dari kasus kematian mendadak ikan keramba di kawasan PLTA Koto Panjang, Kampar. 

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Riau, Herman Mahmud menjelaskan, kasus kematian ikan yang terjadi di Kampar dikarenakan oleh virus dan bakteri sebagai penyebab utama. Virus ini muncul dari gen pada bibit ikan. 

“Hasil dari temuan satgas kesehatan ikan, telah merekomkan beberapa rekomendasi, khususnya ke peternak keramba di Kampar, agar mereka menggunakan bibit ikan yang berlabel legal. Virus yang menjadi salah satu penyebab kematian ikan sudah ada pada bibit awal,” jelas Herman, Senin (13/3/2023). 

Herman mengatakan peternak dianjurkan agar menggunakan bibit ikan legal, ini hanya satu dari beberapa rekomendasi yang diberikan setelah tahapan-tahapan investigasi dan penelitian dilakukan oleh tim. 

Herman mengungkapkan cara paling aman agar kasus serupa tidak terjadi kembali, kata dia, para peternak keramba harus menggunakan bibit-bibit ikan yang bersumber dari tempat yang sudah dilegalkan oleh pemerintah. 

Herman menuturkan, selain mengeluarkan rekomendasi, Pemprov Riau juga sudah menyampaikan ke Pemerintah Kabupaten Kampar untuk melakukan pembinaan secara masif kepada para peternak keramba di daerahnya. 

“Yang perlu dilakukan oleh Pemkab Kampar, harus mendata jumlah peternak keramba. Sekarang kan menumpuk, nih. Di satu tempat itu menumpuk. Lalu manajemen pakan, dengan melibatkan ahli untuk memberikan pelatihan kepada peternak keramba bagaimana mekanisme pemberian pakan ikan yang benar,” ungkap Herman.      

Herman menambahkan adapun bentuk pembinaan lain yang harus dilakukan ke peternak keramba, kata Herman, yakni mengenai kapasitas padat tebar bibit sesuai dengan ketentuan ideal untuk satu keramba. 

“Jumlah bibit ikan yang tebar itu harus seimbang dengan luas ukuran keramba. Karena hasil temuan tim terindikasi yang terjadi itu over kapasitas tebar untuk bibit ikannya,” tutup Herman.***