Usai Didata Untuk Dipindahkan ke Pasar Induk, Pedagang Sementara Waktu Menempati Pekarangan

Kamis, 12 Mei 2022

Kepala Disperindag Kota Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut

PEKANBARU, Riautribune.com - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru akan memindahkan pedagang yang berjualan di belakang Terminal BRPS Pekanbaru ke Pasar Induk, Jalan Soekarno Hatta. Namun untuk sementara pedagang hanya akan menempati halaman di depan bangunan pasar tersebut.

Hal itu disampaikan Kepala Disperindag Kota Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut, pada Kamis (12/5/2022). 

Ingot juga menginformasikan bahwa pedagang yang sudah terdata, akan dipindahkan mulai minggu depan.

"Minggu depan sudah mulai kita lakukan pemindahan. Di pasar itu kan ada halaman pasarnya, mereka akan kita letakkan disana," ujarnya.

Ia menjelaskan, Disperindag Kota Pekanbaru sudah mendata para pedagang. Setidaknya ada 200 lebih pedagang grosiran di pasar tersebut, yang menjual bawang, cabai dan hasil pertanian lainnya.

Para pedagang, jelas Ingot, memang harus dipindahkan ke Pasar Induk karena adanya keluhan dari sejumlah instansi lain. Sebagai salah satu alasannya adalah lokasi yang ditempati pedagang saat ini berpotensi mengganggu kelancaran akses Damkar dan Dishub Pekanbaru.

"Mau tidak mau, pedagang harus pindah. Karena kita juga menerima keberatan dari Damkar dan Dishub. Mereka minta agar lokasi itu dikembalikan fungsinya," terangnya.

Sementara itu, Ingot mengatakan bahwa pembangunan Pasar Induk masih tetap berproses. Pemko Pekanbaru juga sedang menyusun adendum kembali agar pengerjaan pasar dapat dilanjutkan.

"Karena pihak ketiga PT Agung Rafa Bonai beritikad baik melanjutkan pembangunan, maka kita akan berikan kesempatan lagi. Namun dengan beberapa catatan," jelasnya.

Dilansir dari media lain, PT Agung Rafa Bonai yang menjadi pemenang lelang sistem Build Operate Transfer (BOT) harusnya menyelesaikan pekerjaan sejak beberapa tahun lalu. Pekerjaan pasar induk itu sudah dimulai sejak tahun 2017 lalu.

Mereka harusnya sudah menyelesaikan pekerjaan pada akhir tahun 2018. Namun, target itu tidak tercapai dan meminta waktu perpanjangan hingga Oktober 2019.

Seiring berjalan waktu, pekerjaan itu sampai sekarang belum selesai. Calon pedagang yang akan menempati pasar itu hingga kini ditampung di belakang Terminal Bandar Raya Payung Sekaki (BRPS). (Reynold)