Malaysia Larang Masuk Pendatang dari 7 Negara Afrika Cegah Omicron

Senin, 29 November 2021

Foto : ilustrasi

MALAYSIA,  Riautribune.com -  Malaysia melarang masuk pendatang asing dengan riwayat perjalanan dari tujuh negara Afrika untuk mencegah penyebaran Covid-19 varian Omicron.

Pihak berwenang Malaysia mengumumkan larangan ini pada pekan lalu, tak lama setelah Afrika Selatan mengumumkan temuan kasus Covid-19 yang disebut-sebut lebih cepat menular itu.

"Pelancong yang dalam 14 hari belakangan punya riwayat perjalanan ke Botswana, Eswatini, Lesotho, Mozambik, Namibia, Afrika Selatan, dan Zimbabwe tak diizinkan masuk Malaysia mulai hari ini," kata Penasihat Menteri Kesehatan Malaysia, Dimishtra Sittampalam, melalui Twitter pekan lalu.

Membalas twit Dimishtra, Menkes Malaysia, Khairy Jamaluddin, menuliskan bahwa warga Negeri Jiran yang punya riwayat perjalanan ke tujuh negara Afrika itu juga harus menjalani karantina 14 hari di fasilitas pemerintah.

To clarify, returning Malaysians & residents (PR, work pass) who have a 14-day travel history to these countries will need to do mandatory 14 days quarantine at a designated centre. Foreign travelers with the same travel history will not be allowed to come to Malaysia, for now. https://t.co/qNP3HkCKaz — Khairy Jamaluddin ???????????? (@Khairykj) November 26, 2021

Tak hanya Malaysia, dua negara Asia Tenggara lain, yaitu Thailand dan Singapura, juga melarang masuk pelancong dari sejumlah negara Afrika demi mencegah penyebaran Covid-19 varian Omicron.

Sementara itu, Indonesia memang masih tak mengizinkan masuk pendatang dari Afrika. Selain itu, pemerintah juga menerapkan aturan baru, yaitu memperpanjang masa karantina orang dari luar negeri menjadi tujuh hari mulai hari ini, Senin (29/11).

Selain kawasan Asia Tenggara, negara-negara lain juga menutup pintunya bagi pendatang dari Afrika. Inggris menjadi negara pertama yang melarang masuk pelancong dari Afrika tak lama setelah Afsel mengumumkan temuan Covid-19 varian Omicron.

Setelah itu, Israel, Jerman, Australia, Amerika Serikat, Brasil, Bahrain, Kanada, Kuwait, dan Mauritius juga mengambil langkah serupa.

Sejauh ini, sudah ada sembilan negara yang mendeteksi kasus Covid-19 varian Omicron, yaitu Botswana, Afrika Selatan, Hong Kong, Israel, Inggris, Italia, Jerman, dan Austria.

Sementara itu, Prancis menyatakan bahwa mereka mendeteksi delapan kasus Covid-19 diduga varian Omicron. Mereka masih harus meneliti lebih jauh untuk mengetahui pasti varian yang diderita kedelapan orang tersebut