Muslim: Simbol Pertanyaan Besar Untuk Kejati Riau

Kamis, 25 November 2021

Aksi GMR di depan Kejati Riau (dok. Mus/istimewa)

PEKANBARU, Riautribune.com - Sejumlah orang yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Riau (GMR) melakukan aksi unjuk rasa di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau. Pada aksi itu, mereka melakukan hal yang tidak bias.

Pada saat melakukan aksi, mereka melepaskan 10 ekor tikus di depan gerbang Kejati Riau di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Pekanbaru. Aksi demo itu berlangsung selama sekitar 10 menit.

Ketua Umum GMR, Muslim saat dihubungi Riautribune mengatakan mengatakan bahwa mereka mempertanyakan kinerja Kejati Riau.

Ia juga menjelaskan tentang simbol pelepasan 10 ekor tikus di depan Kejati Riau pada Rabu kemarin adalah sebagai arah petunjuk simbol koruptor yang telah menguasai aparat penegak hukum seperti oknum kejaksaan atau bahkan kebalikannya, dimana aparat oknum kejaksaan yang memelihara koruptor.

"Tikus yang dilepaskan ini adalah simbol pertanyaan besar, apakah Kejati Riau memelihara tikus-tikus kantor," terang Muslim, Kamis, 25 November 2021.

Muslim menilai bahwa Kejati Riau tidak ada menunjukkan eksistensi nya dalam penanganan kasus selama ini, terutama kasus dugaan korupsi yang melibatkan mantan Bupati Siak, Syamsuar.

"Bahkan Kejati Riau sebelumnya lebih agresif menangani perkara korupsi besar terutama kasus Bansos Siak, tetapi sejak Jaja Subagja menjabat, kasus Bansos Siak ini semakin redup atau bahkan mungkinkah sudah dipeti es kan," nilai Muslim.

Sebagai informasi, sebelumnya kasus dugaan korupsi Bansos Siak telah menyebabkan diperiksanya orang-orang terdekat Gubernur Riau, Syamsuar, diantaranya, Ulil Amri, Ikhsan ST serta Indra Gunawan. Selain itu, beberapa pejabat Pemkab Siak juga turut diperiksa.

"Kita belum dengar tuh, Syamsuar diperiksa kejaksaan," tutup Muslim. (Reynold)