Kapolda Riau: Rohil Harus Bisa Memproduksi Produk Turunan CPO

Rabu, 13 Oktober 2021

Kapolda Riau Irjen Agung Setya Imam Effendi berfoto bersama Bupati Rohil Afrizal Sintong, Wabup Rohil H Sulaiman, Kapolres Rohil AKBP Nurhadi Ismanto, Kodim, Lanal Dumai, serta tokoh dan masyarakat nelayan. Foto : Amran

BAGANSIAPIAPI, Riautribune.com - Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi SH, SIK, MSi, melaksanakan Tatap Muka dan Dialog Dengan Tokoh dan Masyarakat Nelayan di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Rabu (13/10/2021), bertempat di Gedung Nasional H Misran Rais, Bagansiapiapi.

Acara dihadiri Bupati Rohil Afrizal Sintong, Wabup Rohil H Sulaiman, Kapolres Rohil AKBP Nurhadi Ismanto SIK MH, Wakil Ketua III DPRD Rohil Hamzah SHi, dari Kejari Rohil Usman Limbong, Panglima Lasmar Melayu Bersatu, dari Kodim 0321 Rohil, Syahbandar Bagansiapiapi, Ka Pos Lanal Dumai di Bagansiapiapi, sejumlah Asistem, Kadis, serta kelompok nelayan, dan ormas. 

Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi dalam pengarahan bertajuk "Peningkatan Pertumbuhan Perekonomian Kabupaten Rokan Hilir (Rohil)" menjelaskan pasca pandemi Covid-19 adalah dinamika yang sulit.

"Disatu sisi harus mencegah penularan dan mencegah yang sakit dan disisi lain juga berdampak disektor ekonomi, yang secara bersama tidak saja dirasakan Indonesia, tapi juga dirasakan seluruh dunia," kata Kapolda.  

Dari penjelasan perwira tinggi Polri berbintang dua ini, ada dua sumber daya alam Rohil yang sangat potensial, yang sangat mempengaruhi pemulihan pembangunan dan ekonomi Rohil. Ke dua sumber daya alam itu adalah minyak bumi dan crude palm oil (CPO). Harga tandan buah sawit yang mencapai Rp2.800 per kilo, ucap Kapolda, harus menjadi peluang dan terkait dengan sawit ini harus dikelola dengan baik. 

"Terkait sawit ini mari kita kelola dengan baik, secara propesional bagai mana bisa memproduksi turunan dari CPO. Ada 27 turunan CPO yang bisa jadi produk, seperti sabun, kosmetik dan makanan. kalau dikelola menjadi sabun, kosmetik dan makanan, nilainya lebih baik. Jadi jangan terputus rantai produksi sawit ini, sehingga dengan demikian akan lebih baik," jelas kapolda. 

Kapolda juga mengatakan harus optimis bahwa Rohil bisa memproduksi produk-produk turunan dari CPO. Di Kota Dumai, sebut Kapolda sudah ada kilang yang dapat merubah CPO menjadi biodiesel dan ternyata seluruh dunia kaget Indonesia bisa  menghasilkan dan memproduksi biodiesel dari minyak sawit. "Peluang kedua poduk turunan CPO semoga dapat diproduksi home industri berskala kecil," tutur Kapolda.

Harga sawit dan CPO dapat pula dipengaruhi oleh persoalan lingkungan dan pertanahan,  yang di negara-negara Eropa bisa menjadi persoalan sensitif. "Ketika perkebunan sawit disini ribut masalah pertanahan dan tidak ramah lingkungan, muncul dimedia-media, maka negara-negara Eropa, bisa memberikan penalti penundaan bayar. Sehingga persoalan-persoalan sawit ini perlu diperhatian," terang Kapolda.  

Mengenai minyak bumi, terang Kapolda, sekarang dikelola Pertamina, sehingga berpotensi keuntungannya untuk Indonesia. Sekarang, ucap Kapolda, bagaimana kita mengelola minyak bumi menjadi lebih baik  melalui Pertamina Hulu Rokan. 

"Ini bukan kue yang diperebut-rebutkan ramai-ramai seperti sekarang. Ini adalah  investasi jangka panjang yang harus kita tata bersama," terang Kapolda. 

Hampir 15 tahun belakangan ini, terang Kapolda, Cevron tidak ada menambah sumur bor. Namun sekarang, ada penambahan sumur bor dan menghidupkan kebali sumur minyak yang sudah tua agar produksinya meningkat. Di Rohil (areal penambangan Hulu Rokan) ada ada 500 sumur bor, empat ratus sudah mati, serta teknologi yang diterapkan teknologi yang tidak mudah. 

"Kami sampaikan bahwa kami bersama perusahaan pengeboran sudah cukup pengalaman buat mengamati. Sekarang ini tunjukkan kerjasama mengelola, bagimana sumber daya minyak ini bisa berpotensi menjadi roda perekononian. Mari kita tingkatkan, kita jaga dan pelihara. Saya harap apa yang saya sampaikan bisa menjadi cita-cita yang dapat kita ujudkan bersama sama-sama," kata Kapolda.

Dengan memanfaatkan potensi sumberdaya alam yang ada, ucap Kapolda,  tentunya Bupati Rohil dan Wabup Rohil ingin bersama masyarakat daerah ini bisa maju dan sejahtera. Polda Riau dan jajaran, ujar Kapolda, inging menjadi bagian dari proses ini sesuai dengan tugas. 

"Kami ingin memelihara kerukunan, kami inngin memelihara keamanan, ketertiban dan kepatuhan-kepatuhan adat dan undang-undang negara kita pastikan bisa dipatuhi semua warga negara. Kami bersama-sama TNI dan bapak-ibu semua akan memastikan itu semua bisa terjalan dengan semestinya," tandas Kapolda. (amran)