Terbengkalainya Proyek Pasar Induk, Warga : Kami Sudah Setor Uang, Kok Belum Bisa Jualan

Kamis, 16 September 2021

Pembangunan Pasar Induk Pekanbaru yang terbengkalai

PEKANBARU, Riautribune.com - Deretan ruko dan bangunan proyek yang berlokasi di jalan Soekarno Hatta Atas tampak terbengkalai dan tak terselesaikan. Proyek yang dulunya ditujukan menjadi pasar induk ini begitu memprihatinkan.

Setelah menemui beberapa warga sekitar, riautribune.com mendapati beberapa cerita tak sedap. Seperti halnya Anwar, yang mengaku pernah menyerahkan sejumlah uang untuk dijadikan uang muka guna mendapat tempat membuka usaha.

"Dulu saya diminta uang sama pengelola untuk bayar DP biar dapat tempat untuk jualan. Itu sekitar tahun 2018 awal. Niat saya kan baik, biar bisa jualan, kata pengelolanya harus kasih uang muka, karena katanya ini punya pemerintah, tentu saya percaya. Ternyata hanya janji bohong yang saya dapat," kesal Anwar.

Bahkan usaha rumah makan yang berlokasi di seberang jalan proyek tersebut pun pernah ditawarkan untuk membuka rumah makan di dalam pasar induk nantinya. Chaniago, selaku usahawan rumah makan pun menyampaikan kisahnya kepada riautribune di rumah makan miliknya pada Kamis, 16 September 2021.

"Kita pernah ditawari untuk jualan di dalam (pasar induk) dengan syarat harus menyerahkan uang muka, untung saja kemarin itu tak saya iya kan, ternyata sampai sekarang proyeknya ga jalan," ulas ayah tiga anak ini.

Tak berbeda dengan Jay (42), yang menanyakan kapan dia bisa jualan, setelah dijanjikan mendapat tempat untuk usaha. 

"Ini sebenarnya punya pemerintah atau rumah hantu? Kalau berurusan sama hantu tentu kita pun maklum, karena tak jelas kan bang, tapi kalau sama pemerintah, apa mau kita anggap berurusan sama hantu juga? Karena kami sudah lama kasih uang, kok belum bisa jualan juga?" protes Jay.

Deretan bangunan berplakat milik Pemerintah Kota ini berdasarkan pengakuan warga sekitar sudah dimulai sejak tahun 2016, hingga saat ini terlihat tidak diteruskan. Banyak warga bertanya-tanya kapan proyek ini diselesaikan.***