Menteri PPN: Mahasiswa Harus Bisa Berfikir Kreatif untuk Berwirausaha

Dibaca: 21826 kali  Senin, 06 November 2017 | 10:14:35 WIB
Menteri PPN: Mahasiswa Harus Bisa Berfikir Kreatif untuk Berwirausaha
Ket Foto :

PEKANBARU - riautribune : Diantara persoalan krusial yang dihadapi Indonesia saat ini adalah masalah kemiskinan. Hal ini disebabkan karena ketidakmampuan pada sisi ekonomi penduduk dalam memenuhi kebutuhan dasar makanan. Kebutuhan tersebut seperti beras, daging, telur, dan sebagainya. Untuk itu, pembangunan berkelanjutan yang terus dilakukan pemerintah adalah merupakan upaya untuk memperbaiki mutu kehidupan masyarakat.

Demikian disampaikan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) selaku Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia, Prof Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro SE MUP PhD, saat memberikan kuliah umum di Universitas Riau (UR), Sabtu (4/11) di Gedung Sutan Balia Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau (FISIP UR).

“Saat ini pembangunan berkelanjutan telah dijadikan sebagai isu penting yang perlu terus disosialisasikan di tengah masyarakat. Maka dari itu, kita mengharapkan peran mahasiswa sebagai generasi selanjutnya yang punya peran nantinya untuk melakukan pemerataan ekonomi,” jelas Bambang.

Untuk mahasiswa yang mau lulus, lanjut Bambang, harus bisa berfikir lebih kreatif untuk berwirausaha. Karena dengan menumbuhkan jiwa entrepreneurship, akan dapat mendorong tumbuhnya perekonomian Indonesia terutama di sektor industri kreatif.

“Terbatasnya lapangan pekerjaan membuat kita harus bisa mempunyai jiwa untuk menciptakan lapangan pekerjaan baru. Karena jumlah lowongan pekerjaan tidak sebanding dengan jumlah pelamar pekerjaan, sehingga banyak mahasiswa yang tidak terserap oleh perusahaan-perusahaan yang ada,” terang Menteri PPN ini.

Hal yang menambah ketimpangan dan angka kemiskinan di Indonesia menurut Bambang adalah seperti perilaku kebiasaan merokok yang ada pada sebuah keluarga. Kebiasaan merokok ini, khususnya pada keluarga yang tergolong miskin mengakibatkan gizi buruk pada anak. Hal ini dikarenakan orang tua lebih mengutamakan membeli rokok dibanding membeli beras, telur, ikan, dan makanan bergizi lainnya.

“Hasil riset membuktikan, banyak dari masyarakat miskin dan perpenghasilan rendah yang mengkonsumsi rokok. Belanja rokok telah menggeser kebutuhan dasar makanan keluarga seperti beras, daging, telur, dan sebagainya. Ketimpangan seperti inilah yang harus kita hilangkan karena dapat mengganggu pemerataan ekonomi berkelanjutan di Indonesia,” lanjut Bambang.

Kuliah umum dengan tema ”Pemerataan dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan” ini, diikuti oleh jajaran pimpinan Rektorat, Fakultas, Unit, Badan dan Lembaga, serta ratusan mahasiswa Universitas Riau. Rektor UR Prof Dr Ir Aras Mulyadi DEA dalam sambutannya menyampaikan ungkapan apresiasinya kepada Menteri PPN yang telah meluangkan waktunya untuk menjadi pemateri dalam kuliah umum di UR.

“Terima kasih kepada bapak Menteri telah mau meluangkan waktunya untuk mengunjungi UR. Kami Universitas Riau sangat mendukung program dan strategi pembangunan yang disampaikan oleh Menteri PPN. Sebanyak 90.000 alumni UR telah menjadi kontribusi untuk pembangunan Indonesia, dan Riau khususnya. Hal ini dibuktikan dari banyaknya alumni UR yang sudah menjadi kepala daerah dan pejabat-pejabat, serta yang memiliki peranan penting pada pemerintahan dan perusahaan, baik di daerah maupun di nasional,” sebut Rektor. (mm)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »