Antisipasi Siklus Lima Tahunan DBD, Ahmadsyah Ajak Warga Lakukan 3M Plus

Dibaca: 212316 kali  Kamis, 01 Oktober 2015 | 10:50:37 WIB
Antisipasi Siklus Lima Tahunan DBD, Ahmadsyah Ajak Warga Lakukan 3M Plus
Ket Foto : Ilustrasi Internet

BENGKALIS-riautribune: Penjabat Bupati Bengkalis H. Ahmadsyah Harrofie mengimbau masyarakatnya terus meningkatkan kewaspadaan terhadap Demam Berdarah Dengue (DBD). Pasalnya, tahun 2015 ini bertepatan dengan siklus lima tahunan DBD.

"Kami mengimbau masyarakat lebih waspada. Ini sangat penting untuk mencegah terjadinya peningkatan dan keparahan kasus DBD," ujar Ahmadsyah, usai mengikuti pertemuan dengan anggota Dewan Pertimbangan Daerah (DPD) RI di Swiss Bell Hotel, Pekanbaru, Rabu (30/9) kemarin.

Kepada Dinas Kesehatan melalui Bidang Pengendali Masalah Kesehatan Lingkungan (BPMKL) bersama pemangku kepentingan terkait lainnya untuk melakukan langkah-langkah preventif terkait kemungkinan terjadinya peningkatan DBD.

“Melalui Bidang PMKL Dinas Kesehatan, kita sudah minta melakukan antisipasi. Namun ini tentu tidak cukup. Masyarakat juga harus berpartisipasi aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan. Harus ikut memutus mata rantai perkembanganbiakan nyamuk Aedes Aegypti yang menularkan penyakit tersebut. Harus melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara 3M Plus di kediaman masing-masing,” imbaunya.

Tindakan 3M yang dimaksudkan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Pemprov Riau ini, adalah menguras tempat penampung air secara rutin, mengubur benda-benda bekas yang bisa menampung air, serta menutup tempat penampungan air.

Sedangkan yang dimaksud dengan Plus adalah segala bentuk kegiatan pencegahan. Misalnya menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan, menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk dan menggunakan kelambu saat tidur.

Kemudian, memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk, menanam tanaman pengusir nyamuk, mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah, serta menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk, dan lain-lain.

Tindakan 3M Plus ini, imbuhnya, adalah hal yang paling ampuh untuk menangkal perkembangan DBD. Sebab, nyamuk Aedes Aegypti memang menjadi faktor utama penyebaran penyakit yang dapat menyebabkan kematian ini. Nyamuk DBD berkembang biak dengan sangat pesat, terutama pasca musim hujan.

“Meskipun bentuknya kecil, kuburkan kalau di lingkungan kita ada benda yang tak berguna yang dapat menampung air. Sebab meskipun genangan airnya kecil, namun sudah cukup buat nyamuk DBD untuk berkembang biak,” Ahmadsyah, mengingatkan masyarakatnya.

Ahmadsyah juga mengatakan sudah mengintruksikan Dinas Kesehatan serta seluruh Camat, Kepala Desa, Lurah, Kepala Puskesmas dan tenaga kesehatan di desa-desa di daerah ini untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat, agar senantiasa menjaga kebersihan lingkungan dan meningkatkan PSN. (hms/ehm)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »

Rabu, 19 September 2018 - 11:04:12 WIB

Legislator Pertanyakan Dasar Penyusunan RUU Kerja Sama Pertahanan Luar Negeri

Anggota Komisi I DPR RI Supiadin Aries Saputra mempertanyakan peran Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara yang tidak dimasukkan sebagai dasar penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kerja Sama Luar Negeri Bidang Pertahanan, khususnya dalam pembahasan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Kerja Sama antara Indonesia dengan Arab Saudi dan Belanda di Bidang Pertahanan.