Isu Gereja Terbesar,

Bupati Tangerang: Pemkab Tak Keluarkan Izin

Dibaca: 26128 kali  Kamis, 19 Oktober 2017 | 11:29:54 WIB
Bupati Tangerang: Pemkab Tak Keluarkan Izin
Ket Foto : ilustrasi internet

TANGERANG - riautribune : Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar memastikan izin yang dikeluarkan untuk pembangunan di kompleks perumahan Suvarna Padi, Alam Sutera, adalah sekolah umum Santa Laurensia, bukan gereja.

"Kalau untuk izin sekolah memang sudah ada izinnya, tapi kalau soal gereja Pemkab tidak pernah menerima pengajuan izin apalagi mengeluarkan izin pembangungan gereja di Sindang Jaya," kata Zaki, dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Kamis pagi, 19 Oktober 2017.

Pernyataan Bupati ini disampaikan untuk menyikapi isu di Sindang Jaya akan dibangun gereja terbesar di Asia Tenggara. Bahkan, isu ini menyebar dengan deras dan berkembang ajakan untuk menggelar aksi penolakan pembangungan gereja itu pada Jumat 20 Oktober 2017.

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Tangerang juga memastikan jika tidak ada izin gereja yang dikeluarkan." Hanya  perizinan Sekolah Santa Laurensia Alam Sutera di Sindang Jaya dan perizinan  telah lengkap,"kata Kepala Bidang Perizinan DPMPTSP Kabupaten Tangerang, Yudiana.

Menurut Yudiana, Izin Mendirikan Bangunan untuk sekolah itu telah dikeluarkan instansi itu pada awal Oktober ini." Dengan keluar IMB berarti semua proses perizinan sudah mereka tempuh, tidak ada masalah,"kata Yudiana.

Kepala proyek Sekolah Santa Laurensia Alam Sutera Sindang Jaya, Pilonedi Sioangen mengatakan pihaknya melakukan aktivitas pembangunan sekolah karena sudah mengantongi izin. "Semua izin sudah lengkap, kami tak akan berani membangun kalau belum ada izin,"kata Pilonedi saat dihubungi.

Pilonedi menyebutkan, sekolah itu sudah mendapatkan izin UPL, UKL dan IMB dari Pemerintah Kabupaten Tangerang. Izin diberikan untuk membangun sekolah di atas lahan seluas 4,5 hektar." Semua memenuhi syarat, kami akan membangun 4 lantai terdiri dari 38 ruang kelas," katanya.

Pilonedi menargetkan pembangunan sekolah terpadu dari TK hingga SMA ini selesai pada tahun ajaran 2018 mendatang. "Tahun depan kami sudah menerima siswa baru," katanya.(tmpo)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Nasional" Index »