OJK Gandeng MUI Riau Kembangkan Bwnk Syariah

Dibaca: 13066 kali  Rabu, 18 Oktober 2017 | 09:13:37 WIB
OJK Gandeng MUI Riau Kembangkan Bwnk Syariah
Ket Foto : ilustrasi internet

PEKANBARU - riautribune : Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Perwakilan Riau berencana untuk mengembangkan Bank Syariah di Riau. Untuk melaksanakannya, OJK akan bekerjasama dengan MUI Riau.

Hal itu disampaikan Kepala OJK Kantor Perwakilan Riau, Yusri, Selasa (17/10/19). Menurutnya, pengembangan bank syariah di Riau akan berhasil karena 2 hal utama.>br>
"Pertama, Riau sangat identik dengan kemelayuannya yang berlandaskan pada aturan islami. Kedua, dengan keidentikan itu, Riau memiliki potensi yang cukup besar untuk pengembangan perbankan syariah," terangnya.

Menurut Yusri pangsa asset bank Syariah dibandingkan konvensional di Riau sudah mencapai 9,94 persen lebih baik dari nasional yang cuma 5 persen. Jumlah ini  bisa berkembang lebih lagi dimasa datang minimal di angka 10-15 persen, jika semua pihak terkait termasuk MUI Riau ikut serta untuk membantu literasi perbankan Syariah ke masyarakat.

Disinggung perkembangan perbankan syariah di Riau sejauh ini cukup lambat Yusri mengatakan bahwa salah satu yang menjadi kelemahan perkembangan perbankan Syariah di Riau selama ini  adalah masih rendahnya literasi dan kurangnya edukasi,  walau dikatakan memang syariah identik islam namun tidak semua islam paham. "Untuk itu, kita mengharapkan MUI mendukung mengembangkan Perbankan Syariah. Dengan campurtangan MUI Riau, akan ada penguatan SDM buat Perbankan Syariah. Semisal akan ada inovasi terhadap produc syariah," terangnya.

Data Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Bank Indonesia pertriwulan II Agustus 2017 tercatat pertumbuhan asset perbankan Syariah di melambat menjadi 11,19  persen dari triwulan I sebesar 20,91 persen.  Sejalan dengan perlambatan aset, dana pihak ketiga perbankan syariah Riau menurun triwulan lI 2017 menjadi 12,39 turun dari triwulan I sebesar 15,80 persen.

Tabungan masih mendominasi struktur DPK perbankan Syariah dengan pangsa 53,13 persen, disusul oleh Deposito dan Giro dengan pangsa masing-masing sebesar   44,26 persen dan 8,77 persen .(rtc)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »

Rabu, 19 September 2018 - 11:04:12 WIB

Legislator Pertanyakan Dasar Penyusunan RUU Kerja Sama Pertahanan Luar Negeri

Anggota Komisi I DPR RI Supiadin Aries Saputra mempertanyakan peran Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara yang tidak dimasukkan sebagai dasar penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kerja Sama Luar Negeri Bidang Pertahanan, khususnya dalam pembahasan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Kerja Sama antara Indonesia dengan Arab Saudi dan Belanda di Bidang Pertahanan.

Rabu, 19 September 2018 - 11:04:12 WIB

Legislator Pertanyakan Dasar Penyusunan RUU Kerja Sama Pertahanan Luar Negeri

Anggota Komisi I DPR RI Supiadin Aries Saputra mempertanyakan peran Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara yang tidak dimasukkan sebagai dasar penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kerja Sama Luar Negeri Bidang Pertahanan, khususnya dalam pembahasan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Kerja Sama antara Indonesia dengan Arab Saudi dan Belanda di Bidang Pertahanan.