Beredar Broadcast Pengiriman Senjata,

Polri: Itu Punya Perbakin

Dibaca: 22438 kali  Sabtu, 07 Oktober 2017 | 09:10:19 WIB
Polri: Itu Punya Perbakin
Ket Foto : foto Senjata Stand-alone Grenade Launcher (SAGL) yang diimpor Polri (Foto dtk)

JAKARTA - riautribune : Beredar pesan berantai melalui WhatsApp yang mengatakan ada pengiriman senjata berupa amunisi peluru dari luar negeri ke Indonesia menuju Mabes Polri. Ini penjelasan Polri soal pengiriman itu.

"Bukan, itu (amunisi) mesti dicek oleh Mabes Polri, dengan tujuan untuk PB Perbakin," kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto saat dimintai konfirmasi, Jumat (6/10/2017). Setyo mengatakan amunisi peluru itu tidak disimpan di gudang Mabes Polri, melainkan gudang senjata milik Lapangan Tembak Senayan.

"Nggak ada gudang Mabes Polri, itu dicek, dibawa ke Senayan. Tapi dicek oleh Mabes Polri dulu, gudang Lapangan Tembak Senayan, tapi sebelumnya dicek petugas Mabes Polri," jelas Setyo.

Ditambahkan Setyo, amunisi peluru itu sejatinya akan digunakan untuk keperluan perlombaan yang akan langsungkan oleh PB Perbakin. Amunisi dikirimkan atas nama Ketua Umum PB Perbakin Bambang Trihatmodjo.

"Itu milik Perbakin, mau ada pertandingan dan pelatihan. Itu kan kepadanya ke Pak Bambang Trihatmodjo Ketua Perbakin, ya anak Pak Harto," sebut Setyo.

Dalam broadcast yang beredar di grup WhatsApp disebutkan satu unit truk kontainer membawa 500 boks butir peluru kaliber 9 mm. Kontainer itu berangkat dari Terminal Peti Kemas Koja, Jakarta Utara, menuju gudang Mabes Polri dengan menggunakan mobil trailer.

Disebutkan dalam manifes pengiriman, penerima bernama Bambang T. Pada broadcast itu juga dijelaskan pengiriman paket amunisi didampingi oleh salah seorang perwira Bais.

Selain itu, broadcast menyebutkan soal jutaan butir amunisi yang dituliskan dalam manifes. Adapun jenis amunisi yang tertera dalam manifes adalah Kal 9 mm sebanyak 1.000.000 butir, Kal 38/ 357 dengan jumlah 500.000 butir, Kal 40/ 45 /44 berjumlah 500.000 butir, Kal 223 sebanyak 100.000 butir, Kal 327-5,7x28-7,65 sebanyak 100.000 butir, Kal 223/22-250 dengan jumlah 100.000 butir, Kal 25-06/25 sebanyak 50.000 butir, Kal 3,8-30 sebanyak 50.000 butir, Kal 30.06 sebanyak 50.000 butir, Kal 270/7Mm berjumlah 50.000 butir, Kal 300 sebanyak 50.000 butir, Kal 374 dengan jumlah 50.000 butir, Kal 6,5/ 6 Mm sebanyak 50.000 butir, dan Kal 243 berjumlah 50.000 butir.

Ditanya mengenai banyaknya amunisi dalam manifes itu, Setyo mengatakan amunisi-amunisi tersebut akan digunakan untuk pelatihan para atlet tembak dan sejumlah perlombaan. Salah satunya untuk persiapan atlet dalam menghadapi Asian Games.

"Atletnya kan banyak, bukan hanya se-Indonesia, tanggal 6 mulai ada pertandingan pasca-ulang tahun Brimob, kemudian persiapan Asian Games juga, ada juga persiapan tanggal 3 Desember, Extreme Asia di Bangkok," papar Setyo.(dtk)
 

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Nasional" Index »

Rabu, 19 September 2018 - 11:04:12 WIB

Legislator Pertanyakan Dasar Penyusunan RUU Kerja Sama Pertahanan Luar Negeri

Anggota Komisi I DPR RI Supiadin Aries Saputra mempertanyakan peran Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara yang tidak dimasukkan sebagai dasar penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kerja Sama Luar Negeri Bidang Pertahanan, khususnya dalam pembahasan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Kerja Sama antara Indonesia dengan Arab Saudi dan Belanda di Bidang Pertahanan.

Rabu, 19 September 2018 - 11:04:12 WIB

Legislator Pertanyakan Dasar Penyusunan RUU Kerja Sama Pertahanan Luar Negeri

Anggota Komisi I DPR RI Supiadin Aries Saputra mempertanyakan peran Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara yang tidak dimasukkan sebagai dasar penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kerja Sama Luar Negeri Bidang Pertahanan, khususnya dalam pembahasan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Kerja Sama antara Indonesia dengan Arab Saudi dan Belanda di Bidang Pertahanan.