Komisi III DPR: Pancasila Harus Menjadi Benteng Tantangan Globalisasi

Dibaca: 35411 kali  Senin, 02 Oktober 2017 | 09:08:27 WIB
Komisi III DPR: Pancasila Harus Menjadi Benteng Tantangan Globalisasi
Ket Foto : foto internet

JAKARTA - riautribune : Anggota Komisi III DPR RI Nasir Djamil menegaskan bahwa Pancasila harus menjadi idiologi yang hidup dan mampu menjadi benteng serta jati diri bangsa dalam menghadapi tantangan globalisasi dan perubahan zaman.

Menurut dia, Pancasila bukan hanya sekadar dikhotbahkan, diseminarkan, atau didiskusikan semata. Namun, harus diimplementasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. "Pancasila harus konsisten dimplementasikan," kata Nasir, Jakarta, Senin (2/10/2017).

Politikus PKS itu juga berharap kepada Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP PIP) bisa bekerja lebih beriringan dengan peningkatan ekonomi masyarakat dan mewujudkan demokrasi dengan benar dan adil. Bagi Nasir, apabila masih ada ketimpangan, maka pemerintahan yang dijalankan mengingkari demokrasi dan Pancasila hanya akan menjadi slogan dan bacaan saja.

"Kalau sudah begitu maka bibit komunisme akan tumbuh subur. Racun komunisme akan masuk ke dalam tubuh anak bangsa," ujar Nasir.

Dalam peringatan hari Kesaktian Pancasila yang jatuh pada 1 Oktober, ‎Presiden Joko Widodo (Jokowi) beserta jajaran melangsungkan Upacara Peringatan ‎di Kompleks Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur.

Dalam peringatan itu hadir sejumlah tokoh, antara lain, Ketua DPD Osman Sapta Odang (OSO), Ketua MPR Zulkifli Hasan, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah,Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Teten Masduki, Kapolri Jendral Tito Karnavian, ‎Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Aziz‎‎.

Selanjutnya, Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Ade Supandi, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono‎ dan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Madya (Marsdya) Hadi Tjahjanto.(okz)

 

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Legislator" Index »