Gubri H Arsyadjuliandi Rachman menyapa pasien usai operasi THT

Dibaca: 42974 kali  Sabtu, 23 September 2017 | 10:56:52 WIB
Gubri H Arsyadjuliandi Rachman menyapa pasien usai operasi THT
Ket Foto :

PEKANBARU - riautribune : Lekat terasa hanyut dalam suasana haru, saat Gubernur Riau, H Arsyadjuliandi Rachman memasuki ruang operasi dan menjenguk beberapa pasien yang menjalani operasi Telinga Hidung‎ Tenggorakan (THT) di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, Jumat (22/9/2017) siang.

Salah satu pasien yang dijenguk yaitu seorang anak berusia lima tahun bernama M Kenzie Raditiya yang mengalami gangguan pendengaran sejak kecil.

Putra dari pasangan suami istri, Rudi Kianto dan Klina Susanti yang merupakan warga Kelurahan Sidomulyo Pekanbaru tersebut, selama ini hanya menggunakan alat bantu pendengaran. Hingga akhirnya dapat dioperasi melalui program Bakti Kesehatan Nasional di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru.

Kalau untuk operasi tidak ada biaya. Sedangkan saya hanya seorang karyawan swasta, makanya selama ini Kenzie hanya menggunakan alat bantu, tapi pendengarannya belum bisa mendengar pembicaraan orang lain. Saya tidak menyangka anak saya bisa operasi gratis seperti ini," ungkap Rudi  Pekanbaru, Jumat siang.

Pada kesempatan menjenguk itu pula, Gubernur Riau sempat beberapa saat mengajari Kenzie untuk berhitung.(grc)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »

Rabu, 19 September 2018 - 11:04:12 WIB

Legislator Pertanyakan Dasar Penyusunan RUU Kerja Sama Pertahanan Luar Negeri

Anggota Komisi I DPR RI Supiadin Aries Saputra mempertanyakan peran Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara yang tidak dimasukkan sebagai dasar penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kerja Sama Luar Negeri Bidang Pertahanan, khususnya dalam pembahasan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Kerja Sama antara Indonesia dengan Arab Saudi dan Belanda di Bidang Pertahanan.

Rabu, 19 September 2018 - 11:04:12 WIB

Legislator Pertanyakan Dasar Penyusunan RUU Kerja Sama Pertahanan Luar Negeri

Anggota Komisi I DPR RI Supiadin Aries Saputra mempertanyakan peran Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara yang tidak dimasukkan sebagai dasar penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kerja Sama Luar Negeri Bidang Pertahanan, khususnya dalam pembahasan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Kerja Sama antara Indonesia dengan Arab Saudi dan Belanda di Bidang Pertahanan.