Wakil Ketua MPR Sebut Penyebar Pil PCC Lakukan Kejahatan Sangat Mengerikan

Dibaca: 22453 kali  Sabtu, 16 September 2017 | 09:53:43 WIB
Wakil Ketua MPR Sebut Penyebar Pil PCC Lakukan Kejahatan Sangat Mengerikan
Ket Foto :

JAKARTA - riautribune : Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Kepolisian mendapatkan tantangan memberantas beredarnya pil PCC di Kendari dan bahkan sudah dipakai tak seharusnya di beberapa daerah.

"Ini menjadi tantangan pihak BNN dan polisi, serta pemerintah, betul-betul hadir menyelamatkan anak-anak muda," ucap Wakil Ketua MPR, Hidayat Nurwahid di Jakarta, Jumat (15/9/2017).

Menurutnya, pelaku penyebar pil PCC adalah bentuk kejahatan yang sangat mengerikan. Pemerintah dari tingkatan pusat hingga daerah harus serius memberantas.

"Pemerintah dari tingkat daerah dan pusat sebagai pengayom harus melindungi anak muda yang merupakan aset bangsa. Jangan sampai bila ada masalah nanti lari ke narkoba atau obat-obatan," paparnya.

Dirinya berharap, pelaku penyebar pil PCC dan disalahgunakan, harus dihukum maksimal. "Kalau sudah ditangkap dihukum sekeras-sekarasnya. Karena telah membuat teror kemanusian dan merusak masa depan anak-anak yang merupakan masa depan bangsa kita.

Mantan Ketua MPR, Hidayat Nurwahid mengutuk pelaku yang mengedarkan pil PCC yang belakangan membuat orang berhalusinasi. "Ini sangat pantas untuk dikutuki, karena Indonesia sudah darurat narkoba. Sekarang ada obat yang sangat mematikan," katanya.(okz)

 

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Legislator" Index »

Rabu, 19 September 2018 - 11:04:12 WIB

Legislator Pertanyakan Dasar Penyusunan RUU Kerja Sama Pertahanan Luar Negeri

Anggota Komisi I DPR RI Supiadin Aries Saputra mempertanyakan peran Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara yang tidak dimasukkan sebagai dasar penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kerja Sama Luar Negeri Bidang Pertahanan, khususnya dalam pembahasan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Kerja Sama antara Indonesia dengan Arab Saudi dan Belanda di Bidang Pertahanan.