Beli Kartu Perdana Smartfren,

Bisa Dapat Kuota Internet Lebih Besar

Dibaca: 20358 kali  Selasa, 22 Agustus 2017 | 15:13:05 WIB
Bisa Dapat Kuota Internet Lebih Besar
Ket Foto :

PEKANBARU – riautribune : Demi memberikan kenyamanan lebih bagi para penggunannya untuk menikmati jaringan 4G LTE Advanced, PT Smartfren Telecom, Tbk. menghadirkan benefit baru yang lebih besar bagi para pembeli kartu perdana 4G GSM dan kartu perdana 4G GSM+. Dengan hadirnya kartu perdana baru  ini, selain pengguna hape 4G OMH (Open Market Handset) seperti, iPhone, Samsung, Lenovo, Oppo, Blackberry, Motorolla, Asus, dan Evercoss, pengguna Andromax pun dapat ikut mendapatkan bonus kuota yang lebih besar.

“Sejak diluncurkan Kartu Perdana 4G GSM, respon yang kami terima sangat baik. Untuk itu sebagai apresiasi, kami berikan benefit kuota lebih besar setiap bulannya. Benefit ini berlaku bagi para pembeli kartu 4G GSM dan 4G GSM+ yang menggunakan hape open market handset merek terkemuka di pasaran serta pengguna andromax,” ujar Dedi Irawan, Head of Sales Sumatera Smartfren.

Bonus kuota internet sebesar 13GB dapat langsung diterima pembeli kartu perdana Smartfren 4G GSM 60K ketika melakukan aktivasi. Pelanggan juga akan langsung terdaftar dalam program GIS (Gratis Internet Setahun) dan memperoleh kuota bonus sebesar 2GB. Kuota bonus GIS dapat diperoleh selama setahun penuh dengan melakukan pengisian ulang minimum Rp 60.000,-, setiap bulan.  Semua bonus tersebut berlaku selama 30 hari dan dapat digunakan selama 24 jam. Benefit berlaku bagi para pengguna Smartfren yang menggunakan hape Andromax dan hape open market handset (OMH) seperti, iPhone, Samsung, Lenovo, Oppo, Blackberry, Asus, dan Evercoss,.

Antony Pandapotan, Regional Head Northern Sumatera Smartfren menambahkan selain kartu perdana Smartfren 4G GSM, tersedia pula kartu perdana Smartfren 4G GSM+ yang menawarkan keuntungan lebih besar yaitu cash-back dalam bentuk pulsa. Sebagai contoh, jika pelanggan  melakukan pengisian ulang pulsa sebesar Rp 60.000,- pelanggan mendapatkan total kuota internet sebesar 13GB, sudah termasuk kuota bonus GIS sebesar 2GB, ditambah lagi pulsa sebesar Rp 60.000,- masih  utuh  dapat digunakan untuk melakukan pembelian layanan Smartfren lainnya.

Program GIS dapat diperoleh selama setahun penuh dengan melakukan pengisian ulang minimum Rp 60.000,-, setiap bulan.  Semua bonus berlaku 30 hari selama 24 jam.  Kartu perdana Smartfren 4G GSM+ hanya dapat digunakan di perangkat open market handset (OMH) 4G yang mendukung band 5 dan band 40, seperti iPhone, Samsung, Lenovo, Oppo, Asus, Motorolla, hingga Evercoss, serta dapat diperoleh di galeri serta outlet resmi yang ditunjuk oleh Smartfren.

Berbeda dengan operator lainnya, semua bonus kuota yang diberikan Smartfren berlaku penuh di jaringan 4G LTE Advanced. Dengan demikian pelanggan dapat menikmati konektivitas internet yang seamless, berseluncur dengan lancar di dunia maya, ataupun streaming dengan lancar tanpa hambatan.


Smartfren juga menyediakan beragam pilihan paket isi ulang dengan beragam denominasi sebagai berikut:

 

Untuk informasi lebih lengkap mengenai benefit yang ditawarkan serta tipe perangkat  open market handset (OMH) yang dapat digunakan menggunakan jaringan 4G LTE Advanced Smartfren, silahkan mengunjungi http://www.smartfren.com/id/prabayar/
 

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Pojok Usaha" Index »

Rabu, 19 September 2018 - 11:04:12 WIB

Legislator Pertanyakan Dasar Penyusunan RUU Kerja Sama Pertahanan Luar Negeri

Anggota Komisi I DPR RI Supiadin Aries Saputra mempertanyakan peran Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara yang tidak dimasukkan sebagai dasar penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kerja Sama Luar Negeri Bidang Pertahanan, khususnya dalam pembahasan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Kerja Sama antara Indonesia dengan Arab Saudi dan Belanda di Bidang Pertahanan.

Rabu, 19 September 2018 - 11:04:12 WIB

Legislator Pertanyakan Dasar Penyusunan RUU Kerja Sama Pertahanan Luar Negeri

Anggota Komisi I DPR RI Supiadin Aries Saputra mempertanyakan peran Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara yang tidak dimasukkan sebagai dasar penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kerja Sama Luar Negeri Bidang Pertahanan, khususnya dalam pembahasan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Kerja Sama antara Indonesia dengan Arab Saudi dan Belanda di Bidang Pertahanan.