Cerah Beberapa Hari, Riau Kembali Berpotensi Dikepung Kabut Asap

Dibaca: 55560 kali  Sabtu, 26 September 2015 | 07:58:27 WIB
Cerah Beberapa Hari, Riau Kembali Berpotensi Dikepung Kabut Asap
Ket Foto : ilustrasi internet

PEKANBARU-riautribune: Setelah sempat tiga hari belakangan sedikit cerah, Jumat (25/9) malam kabut asap tebal diperkirakan kembali mengancam Provinsi Riau. Meskipun jumlah titik panas (hotspot) di Riau ini tidak terlalu dominan di Sumatera.

Dari hasil pantauan satelit Terra Aqua yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, Jumat (25/9) jumlah titik panas di Pulau Sumatera terdapat sebanyak 1.465 titik. Sebagian besar titik panas tersebut berada di Provinsi Sumatera Selatan dengan jumlah 1.296 titik.

Sedangkan titik panas lainnya terdapat di Jambi (48), Bengkulu (1), Lampung (41), Bangka Belitung (63), Riau (16). Untuk Riau sendiri titik panas masih tersebar di Pelalawan (8), Siak (1), Inhil (2), dan Inhu (5) titik.

Akan tetapi naas bagi Riau, meski titik panas sedikit, namun arah angin saat ini mengarah ke arah Barat dari Tenggara sehingga diprediksi asap kembali menyelimuti Riau. Yang merupakan kiriman dari Sumsel dan Jambi. "Angin secara umum dari arah Tenggara hingga Barat dengan kecepatan 05-15 knots atau 09-29 km/jam," kata Sugarin, Kepala BMKG Sugarin.

Ditambahkan Sugarin, secara umum cuaca di wilayah Provinsi Riau hari ini Cerah Berawan disertai Kabut Asap. Peluang hujan dengan intensitas ringan hingga sedang namun diprediksi tidak merata. Hingga pagi ini Sabtu(26/9), kondisi asap masih menyelimuti kota Pekanbaru. Jarak pandang pun mulai terbatas. (rls/ehm)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »

Rabu, 25 Maret 2020 - 17:48:59 WIB

PERSOALAN WABAH COVID-19 DAN GEOPOLITIK PEMERINTAH DAERAH

Perkembangan teknologi perhubungan telah meluaskan kehidupan berbangsa dan bernegara, juga dalam perekonomian. Arus pergerakan orang, barang dan uang pun meningkat serta berimbas pada tuntutan pelonggaran pintu-pintu masuk ke suatu daerah. Kata-kata globalisasi, integrasi regional, infrastruktur hingga deregulasi menggambarkan kecenderungan tersebu