Wakili Riau, Dr Syahril dan Ismet Hadiri HUT RI di Istana

Dibaca: 40276 kali  Kamis, 17 Agustus 2017 | 08:57:52 WIB
Wakili Riau, Dr Syahril dan Ismet Hadiri HUT RI di Istana
Ket Foto :
PEKANBARU-riautribune: Pemerintah Republik Indonesia resmi mengundang perwakilan keluarga besar Putra Putri perintis Kemerdekaan untuk menyaksikan pelaksanaan upacara HUT RI ke 72 di Istana Merdeka. Untuk Provinsi Riau diwakili oleh Dr.Syahril, MM dan H Ismet Inoenoe, Kamis (17/8).
  Kepada Riautribune.com, Syahril menuturkan kehadiran mereka adalah memenuhi undangan dari Pemerintah RI, sekaligus mengikuti rangkaian kegiatan, mulai dari Munas, Tapak tilas jelang 17 agustus, yang dilaksanakan Rabu 16 agustus di taman makan Pahlawan Jakarta, dan selanjutnya adalah upacara HUT RI di Istana Merdeka.
  "Kami telah mengikuti rangkapan kegiatan nampak tilas. Kini untuk upacara HUT RI, kita dapat giliran ada yang hadir di upacara kenaikkan bendera merah putih, dan ada tim kedua yang akan hadir mengikuti upacara penurunan bendera sore nanti. Meskipun demikian, kita tetap bangga sebagai putra putri perintis kemerdekaan. Karena dihadiri HUT RI ini, kami bisa membawa nama besar provinsi Riau,"Ucap Dr.Syahril yang juga ketua Yayasan KANSAI.
  Khusus untuk Munas nantinya, Syahril menuturkan dirinya dan Ismet Inoenoe akan membawa sejumlah aspirasi dari putri putri perintis kemerdekaan yang ada di Riau. Mulai dari peluang pendidikan dan beasiswa bagi anak-anak pejuang, baik jenjang perguruan tinggi bahkan hingga pada pendidikan doktoral.
  "Melalui wadah munas itu nantinya, kita akan banyak menyampaikan aspirasi dari kawan-kawan. Dan juga akan banyak berdiskusi dengan perwakilan dari 33 provinsi lainnya,"Ucap syahril. (ehm)
Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »

Rabu, 19 September 2018 - 11:04:12 WIB

Legislator Pertanyakan Dasar Penyusunan RUU Kerja Sama Pertahanan Luar Negeri

Anggota Komisi I DPR RI Supiadin Aries Saputra mempertanyakan peran Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara yang tidak dimasukkan sebagai dasar penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kerja Sama Luar Negeri Bidang Pertahanan, khususnya dalam pembahasan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Kerja Sama antara Indonesia dengan Arab Saudi dan Belanda di Bidang Pertahanan.

Rabu, 19 September 2018 - 11:04:12 WIB

Legislator Pertanyakan Dasar Penyusunan RUU Kerja Sama Pertahanan Luar Negeri

Anggota Komisi I DPR RI Supiadin Aries Saputra mempertanyakan peran Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara yang tidak dimasukkan sebagai dasar penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kerja Sama Luar Negeri Bidang Pertahanan, khususnya dalam pembahasan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Kerja Sama antara Indonesia dengan Arab Saudi dan Belanda di Bidang Pertahanan.