Festival Permainan Rakyat,

Gubri Memainkan Layang Layang Dengung

Dibaca: 33663 kali  Kamis, 10 Agustus 2017 | 10:49:26 WIB
Gubri Memainkan Layang Layang Dengung
Ket Foto :

PEKANBARU - riautribune : Gubernur Riau, H Arsyadjuliandi Rachman ikut terlibat langsung dalam festival permainan rakyat se-Riau yang dilaksanakan di Taman Budaya Provinsi Riau, Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru. Bahkan, orang nomor satu di Riau itu satu persatu menjajal beberapa permainan rakyat, salah satunya bermain layang-layang.

Dalam sambutannya, Gubri berharap agar permainan rakyat dapat turun-temurun diperkenalkan kepada anak-anak sebagai wujud menjaga kelestarian ragam budaya.

"Dalam memajukan kebudayaan Melayu, kita harus menjaga lingkungan, tidak boleh merusak. Mudah-mudahan festival permainan rakyat yang diadakan ini disosialisasikan terus menerus," kata pria yang akrab disapa Andi Rachmann tersebut, Rabu (9/8/2017).

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Riau, Yoserizal Zein mengungkapkan bahwa dalam festival permainan rakyat ini ada beberapa permainan yang diperlombakan, yaitu gasing, congklak, dan layang-layang.

"Kemudian, ada juga berbalas Pantun, Tari Zapin dan sebagainya," kata Yose. Pembukaan festival ini pun di tandai dengan pemukulan ligu yang terbuat dari batok kelapa yang di susun sejajar yang ditancapkan di atas pasir.(grc)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »

Rabu, 19 September 2018 - 11:04:12 WIB

Legislator Pertanyakan Dasar Penyusunan RUU Kerja Sama Pertahanan Luar Negeri

Anggota Komisi I DPR RI Supiadin Aries Saputra mempertanyakan peran Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara yang tidak dimasukkan sebagai dasar penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kerja Sama Luar Negeri Bidang Pertahanan, khususnya dalam pembahasan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Kerja Sama antara Indonesia dengan Arab Saudi dan Belanda di Bidang Pertahanan.

Rabu, 19 September 2018 - 11:04:12 WIB

Legislator Pertanyakan Dasar Penyusunan RUU Kerja Sama Pertahanan Luar Negeri

Anggota Komisi I DPR RI Supiadin Aries Saputra mempertanyakan peran Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara yang tidak dimasukkan sebagai dasar penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kerja Sama Luar Negeri Bidang Pertahanan, khususnya dalam pembahasan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Kerja Sama antara Indonesia dengan Arab Saudi dan Belanda di Bidang Pertahanan.