Utusan Garda Bangsa Riau Masuk Babak Final Musabaqoh Kitab Kuning Tingkat Nasional

Dibaca: 46042 kali  Sabtu, 22 Juli 2017 | 16:36:06 WIB
Utusan Garda Bangsa Riau Masuk Babak Final Musabaqoh Kitab Kuning Tingkat Nasional
Ket Foto : Muhammad Habib Yusro tampil di babak penyisihan.

PEKANBARU - riautribune : Sebuah capaian luar biasa berhasil diwujudkan Muhammad Habib Yusro (16), peserta Musabaqoh Kitab Kuning dari DKW Garda Bangsa Provinsi Riau yang berhasil masuk babak final nasional.

Santriawan Pondok Pesantren Al Munawaroh Pekanbaru berhasil menyisihkan peserta dari berbagai wilayah di Indonesia untuk kategori Fathul Qorib. Pemenang MKK nasional akan diumumkan malam ini, Sabtu (22/7/2017) di halaman gedung DPR RI di Jakarta bertepatan Hari Lahir Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ke-19.

"Ini adalah sebuah capaian luar biasa sebagai kado indah pelaksanaan Hari Anak Nasional (HAN) yang akan berlangsung di Pekanbaru besok pagi. Mari kita dukung dan doakan semoga adinda Yusro berhasil juara dan mengharumkan nama Riau," kata Ketua DKW Garda Bangsa Provinsi Riau, H. Sugianto.

Anggota Fraksi PKB DPRD Riau ini berharap, keberhasilan yang diperoleh Muhammad Habib Yusro mampu memotivasi seluruh santriwati dan santriawan di Riau untuk belajar mendalami kitab kuning.

"Kitab kuning ini ya perlu dipelajari karena banyak menjadi suri tauladan disana. Meski di Riau tak banyak pesantren, tapi bisa jadi contoh bagi daerah lain di Indonesia dalam hal pendidikan agama," katanya.

Tujuan utama pelaksanaan Musabaqoh Kitab Kuning sendiri, menurutnya, sebagai wujud tanggungjawab Garda Bangsa bagi generasi masa depan memotivasi anak-anak muda untuk belajar. "Akhir-akhir ini kita rasa sangat berkurang terutama pendidikan agama dan akhlaq," pungkasnya. (rul)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »

Rabu, 19 September 2018 - 11:04:12 WIB

Legislator Pertanyakan Dasar Penyusunan RUU Kerja Sama Pertahanan Luar Negeri

Anggota Komisi I DPR RI Supiadin Aries Saputra mempertanyakan peran Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara yang tidak dimasukkan sebagai dasar penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kerja Sama Luar Negeri Bidang Pertahanan, khususnya dalam pembahasan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Kerja Sama antara Indonesia dengan Arab Saudi dan Belanda di Bidang Pertahanan.

Rabu, 19 September 2018 - 11:04:12 WIB

Legislator Pertanyakan Dasar Penyusunan RUU Kerja Sama Pertahanan Luar Negeri

Anggota Komisi I DPR RI Supiadin Aries Saputra mempertanyakan peran Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara yang tidak dimasukkan sebagai dasar penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kerja Sama Luar Negeri Bidang Pertahanan, khususnya dalam pembahasan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Kerja Sama antara Indonesia dengan Arab Saudi dan Belanda di Bidang Pertahanan.