Wakil Ketua DPR Resmikan Posko Pengaduan Pansus Angket KPK

Dibaca: 13639 kali  Senin, 19 Juni 2017 | 15:56:07 WIB
Wakil Ketua DPR Resmikan Posko Pengaduan Pansus Angket KPK
Ket Foto : foto rep

JAKARTA - riautribune : Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Fahri Hamzah, meresmikan Posko Panitia Khusus (Pansus) Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Posko itu menempati ruangan dengan luas sekitar 5X10 di lobi Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat.

Dalam sambutannya, Fahri berharap Setjen DPR RI membantu Posko Pengaduan Pansus KPK ini secara khusus. Sehingga, Posko tersebut dapat bekerja dengan maksimal.

"Saya menganggap peristiwa ini merupakan salah satu dari keberkahan bulan suci Ramadhan. Saya membayangkan angket ini menjadi medium perdebatan nasional yang orkestratif yang dipimpin oleh Pansus," harap Fahri Hamzah saat meresmikan Posko Pengaduan Angket KPK, di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Senin (19/6).

Menurutnya, Posko dan Pansus merupakan inisiatif DPR RI untuk membuka perdebatan yang luas di tengah masyarakat Indonesia. Salah satu keberhasilan Pansus Hak Angket KPK nanti adalah semakin banyak orang yang memiliki isu antikorupsi.

"Karena isu anti korupsi ini harus menjadi milik semua orang. Bangsa yang ingin maju, itu lifestyle anti korupsinya bukan cuma di masyarakatnya tapi juga di pejabat publiknya," tuturnya.(rep)
 

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Legislator" Index »

Rabu, 25 April 2018 - 22:56:08 WIB

Sedang Asyik Merekap Nomor, Dua Lelaki di Inhil Diamankan Polisi

Sedang asyik merekap nomor sie jie, dua orang lelaki, diamankan Unit Opsnal Sat Reskrom Polres Indragiri Hilir, Rabu, 25 April 2018. Penangkapan kedua tersangka kasus tindak perjudian itu, dibenarkan oleh Kapolres Indragiri Hilir AKBP Christian Rony, S.I.K., M.H., melalui Kasat Reskrim Polres Indragiri Hilir AKP M. Adhi Makayasa, S.H., S.I.K., kepada awak tribratanews.polri.go.id. "Salah seorang pelaku adalah pemain lama, dan pernah dihukum karena kasus yang sama, pada tahun 2013", terang AKP Adhi.