Bangun Kemandirian Ekonomi,

BI Teken MoU dengan 17 Pesantren di Riau

Dibaca: 44603 kali  Selasa, 13 Juni 2017 | 14:03:46 WIB
BI Teken MoU dengan 17 Pesantren di Riau
Ket Foto :

 PEKANBARU - riautribune : Lembaga pendidikan Islam seperti pesantren diharapkan mampu membangun kemandirian ekonominya, selain itu diharapkan akan menjadi basis pengembangan ekonomi terutama syariah di Riau.
 
Untuk itu, Bank Indonesia (BI) Riau menjalin kerjasama dengan sejumlah pesantren di Riau guna mendorong dan menumbuhkembangkan kemandirian ekonomi pesantren di Riau.
 
"Saat ini kita bekerjasama dengan sebanyak 17 pesantren yang ada di Riau dalam upaya menciptakan serta membangun kemandirian ekonomi," ujar Kepala BI Riau Siti Astiyah.
 
Ia menilai, saat ini memang perlu dukungan semua pihak agar pesantren-pesantren di Riau bisa mandiri secara ekonomi, layaknya lembaga-lembaga serupa yang ada di Pulau Jawa.
 
Apa yang dilakukan BI Riau ternyata mendapat apresiasi yang tinggi dari Pemerintah Provinsi Riau. Wakil Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim menyebut, upaya BI ini harus didukung oleh semua stakeholder.
 
"Tadi ibu Siti menyatakan kepada saya, selama bertugas di Riau, beliau akan memberikan fokus lebih terhadap keberadaan pesantren terutama dalam mendorong membangun kemandirian ekonomi pesantren-pesantren di Riau, saya senang dan saya apresiasi," kata Wagub.
 
Diakui Wagub, memang pesantren di Riau belum sebaik pesantren-pesantren yang ada di Pulau Jawa, namun dengan upaya yang dilakukan BI ini, ia punya harapan besar nanti pesantren di Riau akan semakin baik dan semakin berkembang.
 
Disisi lain, Direktur Eksekutif Departemen Riset Kebanksentralan Darsono juga mengamini upaya yang dilakukan BI Riau, di luar persoalan kemandirian ekonomi, ia melihat bahwa pesantren bisa menjadi basis pengembangan ekonomi syariah.
 
"Komunitas pesantren menjadi basis paling ideal untuk memperkenalkan konsep-konsep, jasa dan produk perbankan syariah, karena akan sangat mudah memberikan penjelasan tentang konsep syariah kepada orang yang mendalami nilai-nilai islam," katanya.
 
Apalagi, istilah-istilah yang digunakan juga merupakan istilah dalam bahasa arab (islam) yang harusnya lebih gampang dipahami oleh santri.
 
"Kalau dari awal mereka sudah diperkenalkan dengan konsep ini, maka akan sangat mudah menumbuhkembangkan ekonomi syariah di Riau, makanya saya juga setuju dengan apa yang dilakukan Bi Riau," katanya.
 
Diakui Darsono, melihat perkembangan zaman, memang cukup sulit mendorong perkembangan ekonomi syariah di Indonesia, awapalgi dengan kecenderungan anak muda sekarang.
 
"Makanya pesantren bisa menjadi basis pertama kita dalam memperkenalkan konsep-konsep syariah yang ada," harap Darsono.( r.sky)
 

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »

Rabu, 25 Maret 2020 - 17:48:59 WIB

PERSOALAN WABAH COVID-19 DAN GEOPOLITIK PEMERINTAH DAERAH

Perkembangan teknologi perhubungan telah meluaskan kehidupan berbangsa dan bernegara, juga dalam perekonomian. Arus pergerakan orang, barang dan uang pun meningkat serta berimbas pada tuntutan pelonggaran pintu-pintu masuk ke suatu daerah. Kata-kata globalisasi, integrasi regional, infrastruktur hingga deregulasi menggambarkan kecenderungan tersebu