Granat Pekanbaru: Jangan Ada Dusta di Antara Kita Pak Walikota dan Kepolisian

Dibaca: 87183 kali  Kamis, 08 Juni 2017 | 11:36:57 WIB
Granat Pekanbaru: Jangan Ada Dusta di Antara Kita Pak Walikota dan Kepolisian
Ket Foto : illustrasi Internet

PEKANBARU - riautribune : Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Kota Pekanbaru menilai pemerintah dan kepolisian selama ini hanya tegas menertibkan tempat hiburan malam pada momentum bulan Ramadan (puasa) saja.

"Kalau sudah bulan puasa barulah mereka (kepolisian dan pemerintah) terlihat proaktif, tetapi selesai bulan ini, tempat-tempat tersebut terkesan sengaja dibiarkan," ungkap Ketua DPC Granat Pekanbaru, Larshen Yunus, kemarin.

Lanjutnya, kalau kita semua mau buka-bukaan, dan jujur atas kondisi daerah ini, maka semestinya para pemilik otoritas sudah mengetahui betul hal-hal tersebut. "Jangan lagi ada dusta di antara kita," tukasnya.

Menurut informasi dari media center DPC Granaty Kota Pekanbaru, menjelaskan bahwa sangat mudah menemukan tempat-tempat yang dimaksudkan. Seperti di sepanjang jalan Jenderal Sudirman.

Dalam hal ini Granat mengimbau kepolisian agar secepatnya menutup, bahkan bila perlu usir mereka (tempat hiburan) dari kota ini. Kepada Walikota Pekanbaru, yang selama ini mengusung visi, misi Pekanbaru Kota Madani diminta jangan hanya seremoni belaka mengusung visi tersebut.

"Oleh sebab itu marilah bapak Walikota, jangan lagi ada dusta di antara kita. Bapak yang beri izin, maka sudah selayaknya bapak pula yang kembali mencabut izin tersebut. Agar mereka semua angkat kaki dari Bumi Melayu ini," cetus Larshen Yunus. (rb)
 

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »

Rabu, 25 Maret 2020 - 17:48:59 WIB

PERSOALAN WABAH COVID-19 DAN GEOPOLITIK PEMERINTAH DAERAH

Perkembangan teknologi perhubungan telah meluaskan kehidupan berbangsa dan bernegara, juga dalam perekonomian. Arus pergerakan orang, barang dan uang pun meningkat serta berimbas pada tuntutan pelonggaran pintu-pintu masuk ke suatu daerah. Kata-kata globalisasi, integrasi regional, infrastruktur hingga deregulasi menggambarkan kecenderungan tersebu