Gunakan Pengawet Mayat, Pria Peracik Mie Ini Ditangkap Polisi

Dibaca: 58560 kali  Senin, 05 Juni 2017 | 14:31:43 WIB
Gunakan Pengawet Mayat, Pria Peracik Mie Ini Ditangkap Polisi
Ket Foto : foto internet

PEKANBARU - riautribune : Diduga gunakan pengawet mayat, Seorang pria bernama SP (34thn) warga jalan Flamboyan -  Sidomulyo timur, kecamatan Marpoyan damai Pekanbaru diamankan oleh aparat Kepolisian di Polsek Tampan Polresta Pekanbaru karena meracik Mie kuning yang dicampur dengan pengawet mayat agar tahan lama kemaren siang (02/06/2017).

Sebagaimana didjelaskan oleh Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Guntur Aryo Tejo,SIK,MM bahwa pelapor bernama Ayi Maliput Sidil yang merupakan PPNS BBPOM kota pekanbaru menerima info dari masyarakat bahwa ada peracikan Mie yang menggunakan pengawet mayat (Formalin) dalam Operasional Mie yang ia produksi. Atas dasar info itu akhirnya dengan di Back Up oleh personil Kepolisian dari Polsek Tampan team kecil ini bergerak ke pabrik pembuatan mie yang sudah di curigai. Di lokasi pabrikan kecamatan  Marpoyan Damai petugas BPPOM Pekanbaru ini kemudian melakukan pemeriksaan di lokasi pabrik, dan didapati hasil adanya mie yang diduga mengandung formalin.
 
Selanjutnya dilakukan tes terhadap mie tersebut dan hasilnya positif mengandung formalin. Dari lokasi pabrik di amankan zat cair sebanyak dua jerigen berisi 60 liter yang diduga formalin. Tersangka SP kemudian dibawa ke Mapolsek Tampan guna di lakukan proses sebagaimana mestinya dan dikoordinasi berlanjut kepada pihak BBPOM. “Kita masih menunggu penelitian lebih lanjut dari BBPOM Pekanbaru untuk proses hukum lebih lanjut” pungkas Guntur sambil menutup pembicaraan.(raksi)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »

Selasa, 04 Agustus 2020 - 13:15:56 WIB

Bambang:Perwako Jangan Mempersulit Masyarakat

PEKANBARU-riautribune: Perlu diingat, bahwa kewenangan pembentukan Peraturan Walikota (Perwako) adalah berdasarkan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi (dalam hal ini juga termasuk Perda). Secara hierarki, kedudukan Perda lebih tinggi dari Perwako. Demikian diungkapkan oleh Bambang H Rumnan., SH., MH selaku Koordinator Advokasi GMMK.