Peringatan keras Kapolda Metro buat Habib Rizieq dan pendukungnya

Dibaca: 27127 kali  Sabtu, 03 Juni 2017 | 12:27:38 WIB
Peringatan keras Kapolda Metro buat Habib Rizieq dan pendukungnya
Ket Foto : foto internet

JAKARTA - riautribune : Ketua Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab sampai detik ini masih enggan kembali ke Indonesia. Meski sudah berstatus tersangka kasus chat porno dengan Firza Husein, Rizieq memilih bertahan di Arab Saudi.

Ketua Tim Advokasi Pembela Ulama dan Aktivis, Eggi Sudjana mengatakan Rizieq bersedia pulang dengan syarat. Salah satu permintaannya polisi tidak melakukan penahanan.

Kapolda Metro Jaya Irjen M. Iriawan enggak mau ambil pusing dengan permintaan tersebut. Menurutnya, kasus bisa cepat selesai asal Rizieq patuh pada peraturan hukum di Tanah Air. "Tinggal pertanggungjawaban saja, selesai sudah," tegasnya di Mapolda Metro Jaya, Jumat (2/6).

Dia mengungkapkan, pentolan FPI itu harus menerangkan sejelas-jelasnya kasus yang kini menjeratnya di hadapan masyarakat lewat meja hijau. "Suka tidak suka, mau tidak mau yang bersangkutan (Rizieq) harus mempertanggungjawabkan. Nanti akan diuji persidangan," tuturnya.

Iriawan mengaku sudah mengajukan surat ke Interpol terkait status red notice untuk Rizieq. "Sudah diajukan (ke Interpol) kemarin. Gelar perkara hari Rabu dari jam 9 pagi sampai jam 5 sore. Dijelaskan di situ fakta-fakta saksi ahli dan sebagainya," tutur Iriawan.

Menurut Iriawan, status red notice memiliki tahapannya, di antaranya untuk penerbitan red notice perkara kasus ini harus digelar di Interpol pasca-digelar bersama Bareskrim Polri.

"Soal red notice itu baru kita kemarin gelar. Pertama gelar di Bareskrim kemudian gelar di interpol. Interpol akan mengkaji ini, kita tidak bisa sembarangan. Kita masih tunggu di interpol apakah red notice itu dikabulkan atau tidak," jelasnya.

Soal ancaman jutaan massa pembela Rizieq bakal mengepung Bandara Soekarno-Hatta, Iriawan mengingatkan agar pendukung Rizieq tak berbuat yang aneh-aneh. Dia menegaskan tindakan seperti itu bakal merugikan banyak pihak.

"Enggak usah kepung-kepung bandara, mau ngapain? Malu dilihat dunia internasional bandara kita dikepung orang, untuk apa?" tegasnya di Mapolda Metro Jaya, Jumat (2/6). Namun, kata Iriawan, apabila itu tetap dilakukan pihaknya tetap melakukan antisipasi. "Soal itu kita antisipasi," tandasnya.

Sebelumnya, Eggi mengatakan bakal ada sekitar 2-3 juta pendukung yang akan mendatangi bandara bertaraf internasional tersebut jika Rizieq dijemput paksa. Eggi meyakini bandara akan lumpuh apabila didatangi massa dengan jumlah besar.

"Bisa-bisa bandara penuh, minimal 2 sampai 3 juta orang datang ke bandara itu. Nah kalau bandara penuh, bagaimana mungkin ada penerbangan? Enggak mungkin!," ancam Eggi.

Rizieq sendiri telah membantah soal chat porno dan percakapan dengan Firza. Firza juga menegaskan bukan orang dalam chat bernada porno diduga bersama Rizieq. Firza juga menegaskan foto-foto vulgar dalam chat tersebut bukan dirinya.(mrdk)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Nasional" Index »

Sabtu, 15 Desember 2018 - 11:10:58 WIB

Pelantikkan DPC Demokrat oleh SBY Terasa Gezah

PEKANBARU-riautribune: Sekalipun sempat didera oleh peristiwa perusakkan baleho dan bendera partai Demokrat, gesa pelantikkan DPC Demokrat se Riau tetap terasa. Disaksikan Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono beserta istri dan pengurus DPP lainnya, seluruh pengurus DPC Partai Demokrat se-Riau resmi dilantik. Pengurus dilantik oleh Ketua DPD Partai Demokrat Riau, Asri Auzar di salah satu hotel, Pekanbaru, Sabtu (15/12/18).

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:41:05 WIB

Dipasangkan Tanjak, dan dijamu Makanan Khas Melayu

PEKANBARU-riautribune: - Mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Tiba di Pekanbaru, tepat sebelum Sholat Jumat. Presiden RI ke 6 ini langsung di sambut dengan diserahkan Tanjak Riau, turut disambut oleh Gubernur Riau Wan Thamrin , Ketua MKA LAM Riau Al Azhar, Ketua DPD Demokrayt Riau Asri Auzar dan Sekretaris DPD Eddy Mohammad Yatim, Jumat (14/12).