Satgas Pangan Riau Bongkar 8 Gudang Penimbunan Kepoknas di Pekanbaru

Dibaca: 38432 kali  Rabu, 31 Mei 2017 | 14:34:00 WIB
Satgas Pangan Riau Bongkar 8 Gudang Penimbunan Kepoknas di Pekanbaru
Ket Foto : Sidak yang dilakukan KPPU Wilayah Batam di gudang sembako Jalan Jenderal Pekanbaru jelang Ramadhan lalu.

PEKANBARU - riautribune : Satgas Pangan Riau membongkar delapan unit gudang yang terindikasi digunakan untuk melakukan penimbunan Kebutuhan Pokok Masyarakat (Kepokmas) di Sentral Niaga, Jalan Soekarno Hatta Pekanbaru, Rabu (31/5/2017).

Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kota Pekanbaru, Mas Irba Sulaiman, menegaskan setelah disegel untuk penyelidikan lalu dilakukan penuntasan masalah hukum. Sedangkan bahan yang ada dipaksa dijual ke pasaran.

Temuan gudang terindikasi menimbun Kepokmas tersebut berawal dari informasi masyarakat serta adanya aktivitas yang mencolok, lalu ditindaklanjuti Satgas dengan melakukan Sidak dan menemukan ratusan ton Kepokmas yang terdiri dari beras, gula, susu, sarden, kedelai dan beragam bahan pangan lainnya.

"Hasil pemeriksaan gudang tersebut tidak mengantongi izin. Diantara izin yang tidak dipenuhi adalah Tanda Daftar Gudang (TGD) dan pengelola tidak melaporkan aktivitas bongkar muat sehingga terindikasi terjadi pengoplosan atau penimbunan," ujar Mas Irba.

Mas Irba mengatakan menyangkut masalah hukum diserahkan langsung ke Satgas Pangan dibawah koordinasi Polda Riau. (lem/rul)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Hukrim" Index »

Rabu, 25 April 2018 - 22:56:08 WIB

Sedang Asyik Merekap Nomor, Dua Lelaki di Inhil Diamankan Polisi

Sedang asyik merekap nomor sie jie, dua orang lelaki, diamankan Unit Opsnal Sat Reskrom Polres Indragiri Hilir, Rabu, 25 April 2018. Penangkapan kedua tersangka kasus tindak perjudian itu, dibenarkan oleh Kapolres Indragiri Hilir AKBP Christian Rony, S.I.K., M.H., melalui Kasat Reskrim Polres Indragiri Hilir AKP M. Adhi Makayasa, S.H., S.I.K., kepada awak tribratanews.polri.go.id. "Salah seorang pelaku adalah pemain lama, dan pernah dihukum karena kasus yang sama, pada tahun 2013", terang AKP Adhi.