Banjir Kota Padang, 140 Ribu Siswa SD dan SMP Diliburkan

Dibaca: 46976 kali  Rabu, 31 Mei 2017 | 09:03:48 WIB
Banjir Kota Padang, 140 Ribu Siswa SD dan SMP Diliburkan
Ket Foto : illustrasi Internet

PADANG - riautribune : Banjir di Padang, Sumatera Barat, mengakibatkan ribuan siswa sekolah dasar dan sekolah menengah pertama terpaksa diliburkan, Rabu 31 Mei 2017. Banjir terjadi akibat hujan deras yang mengguyur kota itu.

"Hari ini seluruh siswa kami liburkan (karena banjir). Ujian naik kelas kami undur hingga Jumat 2 Juni 2017," ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang, Barlius saat dihubungi Tempo, Rabu 31 Mei 2017.

Menurut Barlius, sebanyak 140 ribu siswa SD dan SMP diliburkan karena cuaca ekstrem melanda Kota Padang. Tingginya curah hujan menyebabkan banjir di banyak titik, termasuk di sejumlah jalan protokol Kota Padang.

Malah, kata dia, ada sejumlah sekolah yang ikut digenangi banjir, sehingga tidak bisa digunakan. Di antaranya, yang terjadi di SMP 20, SMP 25, SMP 27, dan SMP 40. "Air sudah mulai memasuki lokasi. Siswa juga susah untuk berangkat ke sekolah karena lebatnya hujan,"ujarnya.

Banjir merendam hampir seluruh kecamatan di Kota Padang. Misalnya di kawasan Andalas, Jati, Sawahan Kecamatan Padang Timur; di Lubuk Lintah, Anduring, Kecamatan Kuranji; di kawasan Mato Aie, Rawang Kecamatan Padang Selatan; di kawasan Khatib Sulaiman, Lolong Kecamatan Padang Utara; di kawasan Pengambiran Ampalu Kecamatan Lubuk Begalung; Kurao Pagang, Tabing Banda Gadang Kecamatan Nanggalo

Ketinggian air bervariasi mulai 30 sentimeter hingga mencapai 150 sentimeter. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Padang Edi Hasyimi mengatakan banjir di Padang yang terparah terjadi di Jondul Rawang, Kecamatan Padang Selatan. Ketinggian air mencapai dada orang dewasa.  "Mencapai dada orang dewasa atau mencapai 1,5 meter. Warga sudah mengungsi," ujarnya.(tmpo)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Nasional" Index »

Selasa, 04 Agustus 2020 - 13:15:56 WIB

Bambang:Perwako Jangan Mempersulit Masyarakat

PEKANBARU-riautribune: Perlu diingat, bahwa kewenangan pembentukan Peraturan Walikota (Perwako) adalah berdasarkan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi (dalam hal ini juga termasuk Perda). Secara hierarki, kedudukan Perda lebih tinggi dari Perwako. Demikian diungkapkan oleh Bambang H Rumnan., SH., MH selaku Koordinator Advokasi GMMK.