Dalami Potensi dan Risiko E-Banking

Dirut BRK Ikuti Seminar Bijak Ber-e-Banking di Jakarta

Dibaca: 62369 kali  Rabu, 16 September 2015 | 12:43:19 WIB
Dirut BRK Ikuti Seminar Bijak Ber-e-Banking di Jakarta
Ket Foto : Foto Internet

PEKANBARU-riautribune: Perkembangan teknologi saat ini diikuti dengan perkembangan layanan perbankan yang berbasis teknologi, layanan perbankan yang biasa disebut e-Banking sangat rentan akan risiko. Guna meminimalisir risiko penggunaan layanan e-Banking, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengundang 118 Direktur Utama bank-bank di Indonesia termasuk Bank Riau Kepri menghadiri Seminar Nasional dan Peluncuran Buku Bijak Ber-eBanking di Hotel Borobudur Jakarta, Senin (14/9) lalu.

Hadir dalam acara tersebut Direktur Utama Bank Riau Kepri DR. Irvandi Gustari dan Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko Eka Afriadi. Nelson Tampubolon, SE, MS Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan merangkap Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan, membuka acara dengan memberikan sambutan dan menyerahkan buku Bijak Ber-eBanking secara simbolis kepada perwakilan manajemen bank yang hadir. "Perkembangan teknologi diikuti dengan pelayanan perbankan berbasis teknologi, tapi risiko yang dihadapi juga ikut berkembang bagi perbankan" ini disampaikan Nelson Tampubolon saat memberikan sambutan.

Nelson menambahkan pertemuan yang di laksanakan OJK  ini diharapkan agar seluruh perbankan secara keseluruhan bekerjasama dan mengambil langkah mengatasi permasalahan terutama dalam kejahatan teknologi layanan perbankan. Ditemui usai acara Direktur Utama Bank Riau Kepri DR. Irvandi Gustari sependapat dengan Nelson Tampubolon terkait penggunaan teknologi di dunia perbankan termasuk Bank Riau Kepri.

Beberapa layanan Bank Riau Kepri sangat bergantung dengan penggunaan teknologi, mobile banking, sms banking hingga core banking yang digunakan Bank Riau Kepri merupakan aplikasi dari perkebangan teknologi. "Produk layanan Bank Riau Kepri yang selama ini hadir berupaya memberikan kenyamanan dan juga keamanan bagi nasabah," ujarnya.

DR. Irvandi menambahkan bahwa system security pada setiap layanan perbankan akan selalu ditingkatkan melalui Divisi TSI, sehingga keamanan nasabah terjamin dan terhindar dari pelaku kejahatan yang pintar memanfaatkan teknologi. Dikatakannya, dengan e-Banking maka akan membuka peluang dalam pengembangan bisnis, penambahan jumlah nasabah, penambahan layanan dan produk perbankan serta peningkatan fee based dan membuka peluang kerjasama dengan pihak lain.

Nasabah Bank Riau Kepri juga akan memperoleh manfaat dari e-Banking yaitu efisien dalam biaya, real time, tidak ada batasan waktu dan tempat transaksi serta mengurangi penggunaan uang cash. "Kedepannya Bank Riau Kepri akan semakin fokus menggarap layanan e-Banking yang aman bagi nasabah," tutup DR. Irvandi.

Saat ini perkembangan e-Banking di dunia sangat pesat, tahun 2012 transaksi perbankan e-Banking  sebanyak 3.79  miliar dengan nilai sebesar Rp4.441 triliun, tahun 2013 Rp4.73 miliar transaksi dengan nilai Rp5.495 triliun dan tahun 2014 sebanyak Rp5.69 miliar transaksi dengan nilai Rp6.447 triliun. Tentunya ini menjadi peluang yang terbuka lebar bagi Bank Riau Kepri jika fokus menggarap layanan e-Banking.(rls/ehm)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »

Rabu, 25 Maret 2020 - 17:48:59 WIB

PERSOALAN WABAH COVID-19 DAN GEOPOLITIK PEMERINTAH DAERAH

Perkembangan teknologi perhubungan telah meluaskan kehidupan berbangsa dan bernegara, juga dalam perekonomian. Arus pergerakan orang, barang dan uang pun meningkat serta berimbas pada tuntutan pelonggaran pintu-pintu masuk ke suatu daerah. Kata-kata globalisasi, integrasi regional, infrastruktur hingga deregulasi menggambarkan kecenderungan tersebu