Jelang Ramadhan, Pekanbaru Terima Kuota Tambahan 42 Ribu Tabung Gas Elpiji 3 Kg

Dibaca: 142923 kali  Selasa, 23 Mei 2017 | 14:46:02 WIB
Jelang Ramadhan, Pekanbaru Terima Kuota Tambahan 42 Ribu Tabung Gas Elpiji 3 Kg
Ket Foto : Ilustrasi/Net

PEKANBARU - riautribune : Menjelang bulan Ramadhan 1438 hijriah, PT Pertamina wilayah pemasaran Provinsi Riau menambah pasokan 42 ribu tabung elpiji 3 kilogram untuk Kota Pekanbaru. Hal ini untuk mengantisipasi peningkatan permintaan terhadap elpiji bersubsidi di kalangan masyarakat.

Sales Eksekutif LPG V PT Pertamina wilayah pemasaran Riau, Mahfud Nadyo menjelaskan penambahan 42 ribu tabung tersebut melalui koordinasi dengan Pemerintah Kota Pekanbaru. Selain juga disesuaikan dengan permintaan masyarakat.

"Penyaluran elpiji tambahan tersebut akan dilakukan sesuai peningkatan permintaan menjelang Ramadhan hingga Idul Fitri, yang didistribusikan bertahap agar pasokan normal sehingga tidak ada gejolak," kata Mahfud.

Penambahan juga untuk menanggapi keluhan warga yang mulai kesulitan untuk mendapatkan elpiji tabung melon tersebut dalam beberapa pekan terakhir karena stok kosong di pangkalan.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru,Ingot Ahmad Hutasuhut menyatakan telah menerbitkan 700 izin pangkalan yang tersebar disetiap RW di Kota Pekanbaru.

"Jika dikalkulasikan dengan jumlah sirkulasi 23.600 tabung gas elpiji per hari, maka idealnya tidak terjadi kelangkaan. Kalaupun terjadi, tidak akan sampai menyulitkan konsumen karena masih dalam batas toleransi," kata Ingot. (lem/rul)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Ekonomi" Index »

Rabu, 19 September 2018 - 11:04:12 WIB

Legislator Pertanyakan Dasar Penyusunan RUU Kerja Sama Pertahanan Luar Negeri

Anggota Komisi I DPR RI Supiadin Aries Saputra mempertanyakan peran Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara yang tidak dimasukkan sebagai dasar penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kerja Sama Luar Negeri Bidang Pertahanan, khususnya dalam pembahasan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Kerja Sama antara Indonesia dengan Arab Saudi dan Belanda di Bidang Pertahanan.

Rabu, 19 September 2018 - 11:04:12 WIB

Legislator Pertanyakan Dasar Penyusunan RUU Kerja Sama Pertahanan Luar Negeri

Anggota Komisi I DPR RI Supiadin Aries Saputra mempertanyakan peran Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara yang tidak dimasukkan sebagai dasar penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kerja Sama Luar Negeri Bidang Pertahanan, khususnya dalam pembahasan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Kerja Sama antara Indonesia dengan Arab Saudi dan Belanda di Bidang Pertahanan.