DPP MPI Riau Dukung Meherban Shah: Maju Bertarung di Pilgubsu Juni 2018

Dibaca: 49844 kali  Senin, 22 Mei 2017 | 08:34:09 WIB
DPP MPI Riau Dukung Meherban Shah: Maju Bertarung di Pilgubsu Juni 2018
Ket Foto : foto internet

DURI - riautribune : Ketua Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Masyarakat Pancasila Indonesia (MPI) Riau, MC Kendro di Duri Jumat (19/5/2017) pekan lepas menegaskan, pihaknya sangat mendukung agar Ketua Dewan Pimpinan Nasional (DPN) MPI, Meherban Shah ikut maju bertarung dalam Pilgubsu pada Juni 2018 mendatang.

"Secara bibit, bebet, dan bobot, beliau sangat memenuhi syarat untuk maju dalam Pilgubsu nanti. Dengan kapasitasnya sebagai pengusaha sukses dan pendiri serta organisator bagi sebuah organisasi besar seperti MPI, saya yakin beliau sangat mampu untuk memimpin Sumatera Utara," ucap MC kendro.

Ditambahkannya, sosok Meherban Shah pun sudah sangat familiar di Sumatera Utara khususnya dan di Indonesia bahkan Asia Tenggara pada umumnya. Tak bisa ditampik, kefamiliaran itu merupakan salah satu modal yang bisa diandalkan dalam pertarungan politik di negeri ini.

"Saya pribadi juga menilai, Pak Ketua Umum DPN MPI ini sudah memiliki dua power untuk maju di Pilgubsu. Pertama, moral power. Ini sudah beliau punyai. Namanya sudah kesohor sejak lama di Sumut khususnya. Kiprahnya di bidang sosial dan ekonomi pun sudah dirasakan masyarakat setempat.

Kedua, dan ini tak diragukan lagi bahwa Pak Meherban Shah sudah memiliki economical power, Beliau pengusaha sukses. Ekspansi bisnisnya diberbagai bidang terus berlanjut," papar MC Kendro.

Meherban Shah memang belum memiliki political power. Pasalnya, dia hingga kini tidak bergabung sebagai anggota maupun pengurus sembarang partai di negeri ini. Namun menurut MC Kendro, kalau sang Ketum MPI mau, dia bisa saja memiliki political power itu lewat negosiasi politik dengan sejumlah partai.

"Pokoknya, kami dari MPI Riau sangat yakin bahwa Pak Meherban Shah punya kapabilitas dan akseptabilitas untuk maju sebagai calon Gubsu periode mendatang. Saya yakin, beliau juga memiliki elektabilitas tinggi serta dipastikan mampu bersaing dengan kandidat calon Gubsu lainnya nanti," imbuh pengusaha muda ini.

Ditambahkan MC Kendro, keberadaan MPI sebagai organisasi yang sejak awal hingga kini sama sekali tidak ingin menyusahkan pemerintah dan masyarakat juga bakal menjadi amunisi tersendiri bagi Meherban Shah untuk bertarung sebagai calon di Pilgubsu.

"MPI di Sumut khususnya tentu saja memiliki pengurus dan kader yang banyak dan solid. Sejak awal mereka digembleng untuk tidak main proposal atau mengharapkan paket proyek dari pemerintah daerah. Mereka pun diharuskan membantu rakyat bukan sebaliknya memalak rakyat. Tentu saja barisan MPI di seantero Sumut akan mendukung beliau kalau beliau maju sebagai calon gubernur," ucap MC Kendro lagi.

Kini, lanjutnya, tergantung kepada Pak Meherban Shah sendiri. Maju di Pilgubsu 2018 atau tidak sama sekali adalah hak prerogatifnya.

"Kalau beliau maju, saya yakin dukungan akan berdatangan. Kalau ditakdirkan Allah, beliau pasti terpilih. Kalau beliau terpilih, saya yakin Sumut akan lebih maju dibawah pimpinan gubernur yang berlatar belakang pengusaha. Karena kekayaannya sudah berlimpah, mudah-mudahan beliau tak akan tergiur untuk korupsi. Sebab sudah banyak pemimpin di negeri ini yang tergiur duit rakyat, hingga hidupnya berakhir di hotel prodeo," pungkas MC Kendro.(js)

 

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »

Rabu, 19 September 2018 - 11:04:12 WIB

Legislator Pertanyakan Dasar Penyusunan RUU Kerja Sama Pertahanan Luar Negeri

Anggota Komisi I DPR RI Supiadin Aries Saputra mempertanyakan peran Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara yang tidak dimasukkan sebagai dasar penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kerja Sama Luar Negeri Bidang Pertahanan, khususnya dalam pembahasan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Kerja Sama antara Indonesia dengan Arab Saudi dan Belanda di Bidang Pertahanan.

Rabu, 19 September 2018 - 11:04:12 WIB

Legislator Pertanyakan Dasar Penyusunan RUU Kerja Sama Pertahanan Luar Negeri

Anggota Komisi I DPR RI Supiadin Aries Saputra mempertanyakan peran Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara yang tidak dimasukkan sebagai dasar penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kerja Sama Luar Negeri Bidang Pertahanan, khususnya dalam pembahasan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Kerja Sama antara Indonesia dengan Arab Saudi dan Belanda di Bidang Pertahanan.