Gubri Silahturahmi dengan Mahasiswa Riau di Madinah

Dibaca: 46261 kali  Selasa, 16 Mei 2017 | 15:46:57 WIB
Gubri Silahturahmi dengan Mahasiswa Riau di Madinah
Ket Foto : foto mcr

PEKANBARU - riautribune : Disela-sela ziarah ke Madinah dalam rangka melaksanakan ibadah umroh, Gubernur Riau, H Arsyadjuliandi Rachman menyempatkan waktunya untuk silaturrahmi dan berdialog dengan mahasiswa asal Provinsi Riau yang sedang menuntut ilmu di University Madinah, Saudi Arabia.

"Pak Gubernur menyempatkan diri bertemu dengan mahasiswa-mahasiswa di Madinah," kata kerabat Gubri melalui pesan singkatnya kepada media di Pekanbaru, Selasa (16/5/2017).

Diceritakannya, dalam pertemuan yang penuh keakraban itu, Andi Rachman mengajak para mahasiswa untuk serius menuntut ilmu sampai jenjang doktoral. Kemudian, bila sudah selesai belajar agar kembali ke Riau untuk mengembangkan dakwah sampai ke pelosok pelosok.

Dalam pertemuan yang diikuti oleh dua puluhan mahasiswa itu, Andi Rachman menerima sejumlah usulan. Diantaranya mengenai mahasiswa yang meminta dibuatkan sudut kitab dan audio bidang agama di perpustakaan wilayah.

Hal ini dianggap sangat perlu mengingat banyaknya pondok-pondok pesantren dan sekolah agama di Riau. Sehingga pustaka wilayah yang dikelola oleh Pemprov Riau bisa jadi rujukan ilmiah pada bidang agama Islam.

Hingga di akhir pertemuan, para mahasiswa itu pun mendoakan Andi Rachman selaku Gubernur semoga senantiasa diberikan keberkahan dan kekuatan dalam mengemban amanah selaku pemimpin.

Untuk diketahui, saat ini jumlah mahasiswa asal Riau yang sedang belajar di University Madinah berjumlah sekitar 50 orang. Mulai dari strata 1 , strata 2 dan Strata 3.

 

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »

Rabu, 25 Maret 2020 - 17:48:59 WIB

PERSOALAN WABAH COVID-19 DAN GEOPOLITIK PEMERINTAH DAERAH

Perkembangan teknologi perhubungan telah meluaskan kehidupan berbangsa dan bernegara, juga dalam perekonomian. Arus pergerakan orang, barang dan uang pun meningkat serta berimbas pada tuntutan pelonggaran pintu-pintu masuk ke suatu daerah. Kata-kata globalisasi, integrasi regional, infrastruktur hingga deregulasi menggambarkan kecenderungan tersebu