Indra Sani: Plt Gubri Berhenti Sajalah

Dibaca: 60517 kali  Selasa, 15 September 2015 | 07:30:36 WIB
Indra Sani: Plt Gubri Berhenti Sajalah
Ket Foto : ilustrasi internet

PEKANBARU-riautribune: Kasus kebakaran hutan dan lahan yang selalu saja terjadi di Riau setiap tahun, perlu ditanggulangi secara khusus. Jangan dibiarkan terus terjadi dan berulang-ulang tanpa mampu dicarikan solusi yang permanen.

Karena itu, masalah ini harus menjadi perhatian serius semua kalangan. Baik pusat apalagi pemerintah daerah. Sebab, bencana kabut asap tebal yang dirasakan masyarakat Riau sekarang ini, sudah sangat merugikan bahkan telah memakan korban jiwa. Demikian dikatakan Ketua Tunas Indonesia Raya (Tidar) Riau, Indra Sani.

Untuk itu, kata Indra Sani lagi, Plt Gubri jangan lamban dan menunggu terlalu lama lagi sebelum memakan korban terlalu besar. Bisa saja, akan ada lagi korban jiwa karena bencana kabut asap ini. Masyarakat Riau, sambungnya sudah jenuh dengan keadaan tanpa penanggulangan yang jelas. "Pemerintah pusat dan daerah harus jeli memandang permasalahan kabut asap ini. Bila Plt. Gubri tidak sanggup mengatasinya sebaiknya berhenti saja," ungkap dia.

Menurut Indra, pihak kepolisian harus bertindak tegas menangkap pelaku kejahatan kemanusiaan ini. Tetapkan tersangka bagi pelaku yang secara sengaja membakar lahan dan hutan. Jangan biarkan perusahaan melakukan pembakaran, masyarakat yang terkena imbasnya.

"Pemerintah pusat turunlah ke Riau. Pak Presiden diharapkan bisa mengerti dengan kondisi Riau. Saya putra Riau berharap Presiden RI bisa turun ke Riau. Dan bisa memberikan dampak positif untuk menghilangkan kabut asap ini," pungkasnya. (one)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »

Rabu, 25 Maret 2020 - 17:48:59 WIB

PERSOALAN WABAH COVID-19 DAN GEOPOLITIK PEMERINTAH DAERAH

Perkembangan teknologi perhubungan telah meluaskan kehidupan berbangsa dan bernegara, juga dalam perekonomian. Arus pergerakan orang, barang dan uang pun meningkat serta berimbas pada tuntutan pelonggaran pintu-pintu masuk ke suatu daerah. Kata-kata globalisasi, integrasi regional, infrastruktur hingga deregulasi menggambarkan kecenderungan tersebu