Pemko Pekanbaru Gagas Program "Water Front City"

Dibaca: 56846 kali  Selasa, 09 Mei 2017 | 10:23:04 WIB
Pemko Pekanbaru Gagas Program
Ket Foto :

PEKANBARU - riautribune : Pemerintah Kota Pekanbaru menggagas konsep "Water Front City" menjadi bagian dari esktrakurikuler bagi sekolah-sekolah, sebagai upaya untuk meningkatkan pariwisata di Ibu Kota Provinsi Riau tersebut.

"Dengan begini kita berharap dapat merangsang dan meningkatkan wisata, terutama wisata disepanjang Sungai Siak. Karena selama ini belum tergali maksimal," kata Kepala Bidang Pengawasan Pengelola Angkutan Perkotaan (PPAP) Dishub Pekanbaru Wisnu Haryanto, Senin.

Pemerintah Kota Pekanbaru berniat kembali menghidupkan wisata bertema "Water Front City", menyusul dioperasikannya kembali Bus Air Senapelan, akhir pekan lalu.

Dinas Perhubungan bersama Dinas Pariwisata Kota Pekanbaru menjadi "leading sector" dalam konsep tersebut. Sementara itu, dalam rapat terakhir yang digelar bersama dengan Asisten II Dedi Gusriadi, dia mengatakan muncul wacana untuk melibatkan Dinas Pendidikan Pekanbaru.

Tujuan utamanya, kata dia, agar siswa-siswi di Kota Bertuah itu semakin mengenal Kota Pekanbaru lebih luas. Tidak hanya sekadar Danau Buatan atau taman wisata Alam Mayang yang saat ini dikenal luas, namun juga rute-rute yang disinggahi oleh Bus Air Senapelan.  

"Para pelajar nantinya dapat bewisata menyusuri Sungai Siak yang sarat sejarah, serta Okura, salah satunya wisata agribisnis," tuturnya.

Sementara itu, dalam operasi perdananya akhir pekan lalu, Bus Air Senapelan terus mendapat perhatian masyarakat. Wisnu menuturkan dalam perjalanan perdana yang dimulai pada Sabtu lalu (6/5), hanya di isi oleh 14 penumpang saja. Ke esokan harinya jumlah penumpang meningkat 24 orang.

"Memang ada peningkatan dari hari pertama dan hari kedua. Ya kami berharap kondisi tersebut terus meningkat," ujarnya.

Dalam operasinya, Bus Air Senapelan memiliki dua jadwal keberangkatan dalam satu hari. Pertama dimulai dari pukul 9.00 wib pagi dan jadwal kedua di pukul 14.00 wib. Rute perjalanan Bus Air Senapelan sesuai dengan perencanaan sebelumnya, yakni mengitari Sungai Siak hingga ke lokasi wisata di Okura, Kecamatan Rumbai Pesisir.

Dalam mengoperasikan bus air, ia mengatakan pihaknya turut menggandeng Association of the Indonesia Tours and Travel Agencies (Asita) atau Ikatan agen tour dan perjalanan Indonesia Provinsi Riau serta Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).

Untuk diketahui Pemerintah Kota Pekanbaru meluncurkan bus air bernama Senapelan Oktober 2015. Tiga bulan beroperasi, bus air yang digadang menjadi ikon Kota Bertuah tersebut berhenti beroperasi pada awal 2016 dan hanya bersandar di Pelabuhan Sungai Duku.

Pemerintah beralasan sepinya peminat menjadi alasan tidak beroperasinya bus tersebut. Bus air bantuan Kementerian Perhubungan senilai Rp2,2 miliar itu diharapkan dapat kembali beroperasi, senada dengan tekad Pemerintah Provinsi Riau yang menjadikan pariwisata sebagai sektor unggulan.

Belakangan, Pemko Pekanbaru kembali berupaya menghidupkan bus air Senapelan dengan menganggarkan biaya operasional dan gaji anak buah kapal. Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru juga menyatakan telah menyiapkan sekitar 20 ribu liter Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk kebutuhan operasional bus air selama setahun terakhir.(antr)

 

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »

Rabu, 25 Maret 2020 - 17:48:59 WIB

PERSOALAN WABAH COVID-19 DAN GEOPOLITIK PEMERINTAH DAERAH

Perkembangan teknologi perhubungan telah meluaskan kehidupan berbangsa dan bernegara, juga dalam perekonomian. Arus pergerakan orang, barang dan uang pun meningkat serta berimbas pada tuntutan pelonggaran pintu-pintu masuk ke suatu daerah. Kata-kata globalisasi, integrasi regional, infrastruktur hingga deregulasi menggambarkan kecenderungan tersebu