FKPMR dan LAMR Beri Amaran Pemerintah

Al Azhar: Segera Umumkan Tanggap Darurat, Jangan Judikan Nasib Enam Juta Rakyat Riau Karena Gengsi

Dibaca: 103360 kali  Ahad, 13 September 2015 | 13:55:03 WIB
Al Azhar: Segera Umumkan Tanggap Darurat, Jangan Judikan Nasib Enam Juta Rakyat Riau Karena Gengsi
Ket Foto : Foto Internet

PEKANBARU-riautribune: Menyikapi situasi sosial ekonomi yang terjadi di Riau saat ini, Forum Komunikasi Pemuka Masyarakat Riau (FKPMR) mengeluarkan Warkah Amaran. Wakil Ketua Dewan Pimpinan Harian (DPH) FKPMR Edyanus Herman Halim, SE, M.S mengatakan, Warkah Amaran ini dimaksudkan agar seluruh pemangku kepentingan mengambil sikap dan tindakan cepat. Karena bencana asap yang melanda Riau akhir-akhir ini sudah mengancam keselamatan jiwa jutaan masyarakat Riau.

“Bencana asap telah mengganggu kegiatan pendidikan, aktivitas kerja masyarakat dan mengancam perekonomian daerah. Untuk itu, FKPMR memberi amaran agar Pemprov Riau menyatakan wilayah ini sebagai daerah tanggap darurat asap,” kata Edyanus.

Edyanus juga mengatakan, bencana asap ini seiring dengan bencana ekonomi yang dialami masyarakat Riau di lapisan bawah. Karena  menurunnya harga komoditas ekonomi rakyat seperti harga sawit dan karet, menyebabkan pendapatan masyarakat terjungkal pada titik terendah. "Kesejahteraan masyarakat menurun dan mereka menjadi bertambah miskin. Pemerintah pusat dan daerah harus sesegera mungkin mengambil langkah nyata," tegas Edyanus.

Terkait dengan Warkah Amaran ini, Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) mendukung penuh dan meminta seluruh lapisan masyarakat di Riau aktif merealisasikannya. Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR Al Azhar mengatakan, penanganan asap yang sudah dan sedang dilakukan saat ini, secara nyata belum mampu mengurangi malapetaka yang mengepung masyarakat Riau. Kondisinya beberapa hari ini tetap berada pada level berbahaya dan sangat tidak sehat.

Hal itu artinya, kata Al Azhar lagi, menunjukkan bahwa pemerintah daerah sudah tidak mampu mengatasi ancaman tersebut. Karena itu Al Azhar menyarankan agar pemerintah daerah "menyerah" dan meminta bantuan kepada pemerintah pusat. "Sudahlah, umumkan saja bahwa statusnya sudah tanggap darurat. Agar semua sumber daya yang ada di negara ini dikerahkan untuk menyelamatkan 6 juta lebih penduduk Riau ini yang telah terpapar karena asap," tegas Al Azhar yang kerap disapa sebagai Presiden Riau Merdeka itu.

Bagi rakyat, tambah Al Azhar, sikap pemimpin menentukan hadir atau tidaknya negara. Terutama dalam kondisi susah dan terancam malapetaka seperti ini. Keraguan pemimpin di tengah bencana yang menimpa rakyatnya, kata Al Azhar lagi, akan makin memperberat penderitaan mereka. "Jangan pertaruhkan nasib rakyat di meja perjudian gengsi, karier dan pernak-pernik citra kekuasaan," tutup Al Azhar. (ehm)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »

Rabu, 25 Maret 2020 - 17:48:59 WIB

PERSOALAN WABAH COVID-19 DAN GEOPOLITIK PEMERINTAH DAERAH

Perkembangan teknologi perhubungan telah meluaskan kehidupan berbangsa dan bernegara, juga dalam perekonomian. Arus pergerakan orang, barang dan uang pun meningkat serta berimbas pada tuntutan pelonggaran pintu-pintu masuk ke suatu daerah. Kata-kata globalisasi, integrasi regional, infrastruktur hingga deregulasi menggambarkan kecenderungan tersebu