Umumkan Darurat Asap

DPRD Mana Suara Kalian

Dibaca: 79280 kali  Ahad, 13 September 2015 | 10:34:42 WIB
DPRD Mana Suara Kalian
Ket Foto : Duka Cita: Papan Duka cita untuk Pemerintah yang tidak mampu mengatasi bencana di Riau,sekalipun menangkap pembalak.

PEKANBARU-riautribune:Pengamat sosial dari Universitas Riau Saiman Pakpahan heran melihat reaksi para anggota dewan, yang masih saja belum mampu menggerakkan eksekutif untuk mengumumkan "Situasi darurat asap",anehnya dewan tampak lebih reaktif jika soal penyerapan anggaran APBD yang tidak maksimal.
  "Kondisi udara hari ini, sudah sangat mengkhawatirkan, legislatif harus menunjukkan andilnya. Anggota DPRD mana suara kalian?. Desak eksekutif agar bisa mengumumkan situasi darurat asap, bukan lagi penerbangan dari dan ke Riau yang kacau balau. Kesehatan warga pun sudah menjadi taruhan. Sudahlah hasil penangkapan terhadap pelaku pembakaran yang tidak maksimal. Menyelamatkan warga dengan mengumumkan tanggap darurat pun tidak mampu",Ucap penstudi ilmu sosial yang akan memperdalam ilmunya ke Jerman ini.
  Saiman mendukung gerakkan akademisi atau para dosen yang turut berdemo ke kantor Gubri beberapa waktu lalu,dirinya berharap gerakkan tersebut menjadi dasar,bagi anggota dewan untuk menunjukkan sikap moralnya, meminta PLT Gubri untuk mengumumkan "Kondisi Darurat

  Data Dinas Kesehatan Provinsi Riau, mencatat sejak 29 Juni 2015 hingga 10 September 2015 sudah 23.365 orang yang terkena penyakit dampak kabut asap pekat di Riau. Dari jumlah tersebut, 19.157 orang menderita penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
  Data lainnya,daerah paling banyak hotspot adalah Sumatera Selatan, 475 titik. Selebihnya tersebar di Aceh satu titik, Bengkulu 10 titik, Jambi 83 titik, Bangka Belitung 45 titik, Kepri lima titik, Lampung 25 titik, Sumatera Barat delapan titik, Sumatera Utara satu titik, dan Riau 12 titik. (amk)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »

Rabu, 25 Maret 2020 - 17:48:59 WIB

PERSOALAN WABAH COVID-19 DAN GEOPOLITIK PEMERINTAH DAERAH

Perkembangan teknologi perhubungan telah meluaskan kehidupan berbangsa dan bernegara, juga dalam perekonomian. Arus pergerakan orang, barang dan uang pun meningkat serta berimbas pada tuntutan pelonggaran pintu-pintu masuk ke suatu daerah. Kata-kata globalisasi, integrasi regional, infrastruktur hingga deregulasi menggambarkan kecenderungan tersebu