Penerbangan di Bandara SSK II Lumpuh Total

Dibaca: 97723 kali  Jumat, 11 September 2015 | 18:52:13 WIB
Penerbangan di Bandara SSK II Lumpuh Total
Ket Foto : Aktivitas di bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru lumpuh total.

PEKANBARU-riautribune: Hari ini aktivitas di bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru lumpuh total. Hal ini dikarenakan kabut asap semakin tebal yang menyebabkan jarak pandang sangat pendek. Dengan jarak pandang yang hanya berkisar antara 500 - 600 meter, tidak memungkinkan bagi pesawat untuk melakukan take off atau pun landing.

Ibnu Hasan selaku Airport Duty Manager Bandara SSK II Pekanbaru, mengatakan, Jumat pagi ada satu maskapai yang membatalkan keberangkatannya ke Yogyakarta karena jarak pandang di bandara sangat pendek. "Maskapai Citylink dengan tujuan Yogyakata membatalakan penerbangannya, baik itu dari Pekanbaru ke Yogyakarta, maupun dari Yogyakarta ke Pekanbaru, karena sampai saat ini jarak pandang tidak memungkinkan untuk melakukan penerbangan," ujar Ibnu Hasan Jumat (11/09).

Namun Ibnu Hasan menatakan, meski sempat lumpuh total namun pagi tadi ada dua maskapai yang melakukan penerbangan, karena sebelumnya maskapai tersebut sudah memarkirkan pesawatnya sejak kemarin. "Tadi pagi sudah ada yang terbang yakni Lion JT 393 dan Garuda Indonesia GA 171 dengan tujuan yang sama yakni ke Jakarta," tuturnya

Maskapai yang mengalami penundaan keberangkatan yakni, Air Asia dengan tujuan Kuala Lumpur, Garuda Indonesia tujuan Jakarta, Batik Air Jakarta, Citilink tujuan Batam dan untuk kedatangan Citilink dari Jakarta, Air Asia Kuala Lumpur, Garuda Indonesia dan Batik Air dari Jakarta menuju Pekanbaru mengalami penundaan sampai batas waktu yang belum bisa ditentukan oleh masing-masing maskapai. (drc/ops)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »

Rabu, 25 Maret 2020 - 17:48:59 WIB

PERSOALAN WABAH COVID-19 DAN GEOPOLITIK PEMERINTAH DAERAH

Perkembangan teknologi perhubungan telah meluaskan kehidupan berbangsa dan bernegara, juga dalam perekonomian. Arus pergerakan orang, barang dan uang pun meningkat serta berimbas pada tuntutan pelonggaran pintu-pintu masuk ke suatu daerah. Kata-kata globalisasi, integrasi regional, infrastruktur hingga deregulasi menggambarkan kecenderungan tersebu