Analisa Ngawur, Fadli Zon Kembali Polisikan Allan Nairn

Dibaca: 25704 kali  Rabu, 26 April 2017 | 09:43:32 WIB
Analisa Ngawur, Fadli Zon Kembali Polisikan Allan Nairn
Ket Foto : foto internet

JAKARTA - riautribune : Analisa jurnalis Allan Nairn soal adanya gerakan kudeta militer di Indonesia dibantah mentah-mentah oleh Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon. Menurutnya, jurnalis asal Amerika Serikat itu sama sekali tidak mengerti dengan apa yang terjadi di Indonesia.

"Allan Nairn ini orang yang menurut saya tidak mengerti tentang Indonesia. Dan tidak punya track record juga sebetulnya sebagai orang yang mengerti tentang Indonesia," jelas Fadli di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (25/4).

Karena ketidakpahamannya tersebut, semua analisa yang ditulis Allan Nairn soal perpolitikan Indonesia tidak sesuai fakta alias ngawur.

"Banyak omongannya ngawur. Di tahun 2014 juga dia tiba-tiba muncul di sela-sela pilpres dan melakukan attacking kepada Prabowo. Dan beberapa jenderal lain juga Pak Hendro, Pak Luhut," beber Fadli.

Menurut Fadli, pada 2014 lalu, dirinya pernah melaporkan Allan Nairn ke Mabes Polri dan Interpol. Hal itu dilakukan agar polisi segera menangkap jurnalis yang analisisnya kerap membuat kegaduhan di Indonesia.

"Dia pernah saya laporkan ke polisi, saya laporkan ke Interpol juga. Saya juga tidak tahu, polisi kenapa sampai sekarang tidak pernah mem-follow up masalah ini," sesalnya.

Dengan analisa Allan Nairn saat ini, Fadli mengaku tengah mempelajari untuk kembali membuat laporan ke polisi dan Interpol. "Nanti saya cek dulu laporan saya yang dulu itu bagaimana sebenarnya. Kalau yang sekarang itu juga menurut saya ngawur, bisa saja saya laporkan," tegasnya.

Nama Allan Nairn sendiri kembali muncul ke publik Indonesia karena tulisan berjudul 'Ahok Hanyalah Dalih untuk Makar' beberapa waktu lalu. Adalah The Intercept, media yang pertama kali memuat laporan orisinal karya Allan Nairn.(RMOL)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Legislator" Index »

Rabu, 19 September 2018 - 11:04:12 WIB

Legislator Pertanyakan Dasar Penyusunan RUU Kerja Sama Pertahanan Luar Negeri

Anggota Komisi I DPR RI Supiadin Aries Saputra mempertanyakan peran Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara yang tidak dimasukkan sebagai dasar penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kerja Sama Luar Negeri Bidang Pertahanan, khususnya dalam pembahasan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Kerja Sama antara Indonesia dengan Arab Saudi dan Belanda di Bidang Pertahanan.

Rabu, 19 September 2018 - 11:04:12 WIB

Legislator Pertanyakan Dasar Penyusunan RUU Kerja Sama Pertahanan Luar Negeri

Anggota Komisi I DPR RI Supiadin Aries Saputra mempertanyakan peran Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara yang tidak dimasukkan sebagai dasar penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kerja Sama Luar Negeri Bidang Pertahanan, khususnya dalam pembahasan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Kerja Sama antara Indonesia dengan Arab Saudi dan Belanda di Bidang Pertahanan.