Masih Seputar Dampak Kabut Asap

Pagi Sekolah, Siswa Kembali Diliburkan

Dibaca: 80914 kali  Jumat, 11 September 2015 | 14:26:00 WIB

PEKANBARU-riautribune: Seluruh sekolah di Kota Pekanbaru mulai dari TK hingga SMA kembali diliburkan Jumat (11/9) pagi ini. Hal ini dikarenakan kabut asap yang kembali pekat. Demikian disampaikan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Pekanbaru, Zulfadhil melalui sambungan seluler, Jumat (11/9).

Dikatakan Zulfadhil, sebenarnya kemarin dan pagi tadi siswa-siswa masih masuk bersekolah. Tapi ternyata kondisi kabut asap makin tebal, meskipun sebelumnya sempat turun hujan. "Tapi ternyata kabut asap semakin tebal dan kita khawatirkan ini akan mengganggu kesehatan siswa. Karena itu, diambillah keputusan ini. Namun kita serahkan semuanya kepada sekolah masing-masing, jika memang ada di wilayah yang kabut asapnya tidak tebal ya dipersilakan untuk tidak meliburkan dan juga sebaliknya," ujarnya.

Dijelaskan Zulfadhil, untuk batas liburnya, pihaknya masih akan dilakukan pemantauan terlebih dahulu. "Untuk besok kita belum tahu sekolah diliburkan atau tidak. Nanti pukul 3 kita lihat bagaimana keadaan asap, kalau memang masih seperti ini ya kita liburkan tapi kalau sudah membaik ya besok sekolah. Kita tidak mau main-main dengan hal ini, semua harus ada SOP nya. Tapi kalau dilihat secara kasat mata besok masih tebal juga asapnya, tapi kita tak mau berandai-andai dulu lah. Kita lihat nanti sore bagaimana kondisinya," jelasnya.

Lebih lanjut Zulfadil mengimbau orang tua untuk selalu memantau anak-anaknya agar tidak main di luar rumah."Jangan sampai kita liburkan malah main-main di luar anaknya. Sebab itu kita minta kepada orang tua untuk selalu mengawasi anak-anaknya. Kalau pun harus keluar rumah karena ada kepentingan hendaknya memakai masker," imbaunya. (hms-pku/ehm)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »

Rabu, 25 Maret 2020 - 17:48:59 WIB

PERSOALAN WABAH COVID-19 DAN GEOPOLITIK PEMERINTAH DAERAH

Perkembangan teknologi perhubungan telah meluaskan kehidupan berbangsa dan bernegara, juga dalam perekonomian. Arus pergerakan orang, barang dan uang pun meningkat serta berimbas pada tuntutan pelonggaran pintu-pintu masuk ke suatu daerah. Kata-kata globalisasi, integrasi regional, infrastruktur hingga deregulasi menggambarkan kecenderungan tersebu