Kabut Asap Pekat, Yulwiriati Moesa Berangkat ke Belanda

LSM Penjara: Plt. Gubri Copot Saja Dia

Dibaca: 147618 kali  Kamis, 10 September 2015 | 18:00:58 WIB
LSM Penjara: Plt. Gubri Copot Saja Dia
Ket Foto :

PEKANBARU-riautribune: Ada-ada saja kegiatan Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi Riau, Yulwiriati Moesa. Di saat kabut asap masih menyesakkan nafas masyarakat, dia malah berangkat ke Belanda. Alasannya, mendapatkan undangan dan beasiswa dari Unesco. Padahal kabut asap sudah membuat masyarakat Riau ada yang sakit. Anehnya, Plt. Gubernur Riau Arsyadjhuliandi Rahman malah mengizinkan.

Menurut Ketua LSM Pemantau Kinerja Aparatur Negara Indonesia (Penjara) Riau, Dwiki Zulkarnain, keberangkatan Kepala BLH Riau di saat kondisi Riau seperti ini sangatlah tidak etis. Seharusnya, kata Dwiki, apapun alasannya Plt. Gubri tidak mengizinkannya. "Itu kan tidak elok dilakukan saat ini. Apalagi institusi yang dipimpinnya terkait erat dengan masalah yang telah 18 tahun merongrong masyarakat Riau," kesal Dwiki.

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), serta kerusakan lingkungan masih terjadi di Riau. Menurut dia, salah satu yang dilakukan Yulwiriati Moesa alasannya tidak masuk akal. Jadi tegas Dwiki, sebaiknya kepala satker yang bermental seperti ini diganti saja.

"Tidak boleh berangkat Buk Yulwiriati Moesa ini. Alasan apa pun dia berangkat, untuk saat ini tidak bisa diterima masyarakat. Walau pun ada saya baca di media, keberangkatan Kepala BLH Riau itu tidak menggunakan APBD Riau, tapi itu salah. Harusnya dalam kondisi seperti ini, dia ada bersama masyarakat Riau," sebutnya.

Bagi dia perbuatan Yulwiriati ini jelas sudah tidak peduli lagi dengan masyarakat Riau. "Kita menghirup udara asap tidak bersih. Beliau enak-enak aja pergi Belanda. Saya minta Plt. Gubri Copot sajalah dia," tegasnya lagi. (ehm)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »

Rabu, 25 Maret 2020 - 17:48:59 WIB

PERSOALAN WABAH COVID-19 DAN GEOPOLITIK PEMERINTAH DAERAH

Perkembangan teknologi perhubungan telah meluaskan kehidupan berbangsa dan bernegara, juga dalam perekonomian. Arus pergerakan orang, barang dan uang pun meningkat serta berimbas pada tuntutan pelonggaran pintu-pintu masuk ke suatu daerah. Kata-kata globalisasi, integrasi regional, infrastruktur hingga deregulasi menggambarkan kecenderungan tersebu