Novel Baswedan Diteror, Ketua KPK: Penyerang Salah Sasaran

Dibaca: 18941 kali  Rabu, 12 April 2017 | 08:56:34 WIB
Novel Baswedan Diteror, Ketua KPK: Penyerang Salah Sasaran
Ket Foto : foto tmpo

JAKARTA - riautribune : Ketua KPK Agus Rahardjo mengutuk penyerangan terhadap penyidik KPK Novel Baswedan. Ia mengatakan perbuatan itu tidak adil dan tidak bisa dibenarkan.

Sebagai salah satu penyidik KPK, Novel tidak pernah melangkah atas inisiatif sendiri. Segala tindakan yang berhubungan dengan penanganan perkara selalu dirembug dalam satu tim. Dan semua keputusan adalah atas perintah lima pimpinan KPK.

"Jadi kalau tujuan teror ini berkaitan dengan penanganan perkara, itu salah sasaran," kata Agus di Gedung KPK, Jakarta, Selasa, 11 April 2017. "Penyidik bekerja atas perintah kami, dan kami mengambil alih dan siap atas semua risiko," kata dia.

Agus mengatakan pimpinan telah mengevaluasi dan memastikan upaya untuk meningkatkan pengamanan bagi segenap pegawai KPK. Tak hanya pegawai yang rentan menerima teror dan menjadi target, tapi juga pengamanan terhadap personel secara menyeluruh.

Terkait dengan insiden subuh kemarin yang menimpa Novel Baswedan, KPK telah berkoordinasi dengan Polri dan meminta untuk mengusut pelaku teror. Agus juga meminta agar masyarakat ikut melawan berbagai bentuk teror dan upaya pelemahan terhadap pemberantasan korupsi.

Novel Baswedan diserang oleh dua orang tak dikenal dengan air keras setelah salat subuh di masjid dekat rumahnya hari ini, Selasa, 11 April 2017. Setelah ditangani oleh tim dokter Rumah Sakit Mitra Keluarga dan siang harinya dibawa ke RS Jakarta Eye Center untuk dilakukan tindakan intensif yang dibutuhkan.(tmpo)

 

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Nasional" Index »

Rabu, 19 September 2018 - 11:04:12 WIB

Legislator Pertanyakan Dasar Penyusunan RUU Kerja Sama Pertahanan Luar Negeri

Anggota Komisi I DPR RI Supiadin Aries Saputra mempertanyakan peran Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara yang tidak dimasukkan sebagai dasar penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kerja Sama Luar Negeri Bidang Pertahanan, khususnya dalam pembahasan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Kerja Sama antara Indonesia dengan Arab Saudi dan Belanda di Bidang Pertahanan.

Rabu, 19 September 2018 - 11:04:12 WIB

Legislator Pertanyakan Dasar Penyusunan RUU Kerja Sama Pertahanan Luar Negeri

Anggota Komisi I DPR RI Supiadin Aries Saputra mempertanyakan peran Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara yang tidak dimasukkan sebagai dasar penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kerja Sama Luar Negeri Bidang Pertahanan, khususnya dalam pembahasan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Kerja Sama antara Indonesia dengan Arab Saudi dan Belanda di Bidang Pertahanan.