Orasi Perusahan Pembakar Lahan

Pendemo: Sebut Nama Mantan Kapolda

Dibaca: 86830 kali  Kamis, 10 September 2015 | 10:12:36 WIB

PEKANBARU-riautribune: Ada-ada saja bentuk aksi yang dilakukan para pendemo. Dalam aksinya kali ini, mahasiswa di Pekanbaru menyebut-nyebut "kisah heroik" Brigjen Sutjiptadi, ketika menjabat sebagai Kapolda Riau. Mantan Kapolda Riau itu memang pernah menjadi "orang yang paling ditakuti perusahaan pembabat hutan di Riau".

Suciptadi sempat diangkat menjadi "orang paling bersih" versi Majalah Tempo terhadap kejahatan ilegal logging. Namun, karena dianggap "berani" nasib Sutjiptadi pun tidak lama bertugas di Bumi Lancang Kuning.

Dalam orasinya di depan Kantor Gubernur Riau, massa yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Riau Melawan Asap, terdiri dari KAMMI, Hippmih, BEM Unri, IPMKS, GMPKS, Himarohu, Walhi, Green Peec serta KNPI berkali-kali meneriakkan nama mantan Kapolda Riau tersebut. "Kita dulu punya Kapolda bernama Sutjiptadi, beliau tegas dan  berani menindak pengusaha jika memang salah. Ini patut dijadikan contoh saudara-saudara," teriak para pendemo.

Sementara Kapolda Riau Brigjend Pol Dolli Bambang Hermawan membantah jika institusinya tidak tegas dalam menangani kasus pembakaran lahan dan hutan di Riau. Diprosesnya salah satu perusahaan karena melakukan pembakaran bukti keseriusannya. Namun begitu, Kapolda mengaku tidak mudah menangani perusahaan besar meski di areal lahannya terdapat titik api.

Kesulitan tersebut, terangnya, karena harus ada bukti lengkap hingga ada kesimpulan yang menyebutkan perusahaan terkait terbukti melakukan pembakaran. "Tidak gampang menangani cooporate, harus ada bukti, tenaga ahli, saksi-saksi. Jadi tidak seperti menangani kasus kriminal biasa main tangkap lalu proses," ujar Kapolda. (ops)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »

Rabu, 25 Maret 2020 - 17:48:59 WIB

PERSOALAN WABAH COVID-19 DAN GEOPOLITIK PEMERINTAH DAERAH

Perkembangan teknologi perhubungan telah meluaskan kehidupan berbangsa dan bernegara, juga dalam perekonomian. Arus pergerakan orang, barang dan uang pun meningkat serta berimbas pada tuntutan pelonggaran pintu-pintu masuk ke suatu daerah. Kata-kata globalisasi, integrasi regional, infrastruktur hingga deregulasi menggambarkan kecenderungan tersebu