Astari Aslam Wakili Riau di Pemilihan Puteri Indonesia 2017

Dibaca: 119945 kali  Kamis, 30 Maret 2017 | 11:07:06 WIB
Astari Aslam Wakili Riau di Pemilihan Puteri Indonesia 2017
Ket Foto : Astari Aslam, finalis Puteri Indonesia 2017 mewakili Provinsi Riau.

PEKANBARU-riautribune: Perempuan Riau yang dikenal ramah, santun dan cantik belum sepenuhnya mampu untuk berbicara ditingkat nasional, terutama dalam ajang Pemilihan Puteri Indonesia. Impian ini yang ingin diwujudkan Astari Aslam, finalis Puteri Indonesia 2017 mewakili Provinsi Riau.

Menurut Astari, menjadi Puteri Indonesia impian sebagian besar wanita di Indonesia. Tidak hanya soal kecantikan, tetapi juga harus memiliki kecerdasan dan wawasan luas adalah syarat yang harus dikuasai setiap peserta untuk meraih mahkota bergengsi Puteri Indonesia.

"Saya berharap ajang ini mewujudkan mimpi yang sudah menjadi cita-cita sejak awal. Saya juga berharap sebagai mewakili Riau, mampu mengharumkan nama daerah ini dengan apa yang saya miliki," kata Astari Aslam di Pekanbaru belum lama ini.

Selama menjalani karantina lebih kurang 10 hari, Astari mengaku sudah berusaha untuk memperkenalkan Riau dengan budaya, kuliner hingga pariwisata. Riau bumi Melayu dengan potensi alam yang melimpah, adalah berkah bagi negeri ini.

"Ini moment penting bagi saya pribadi. Banyak ilmu pengetahuan yang saya dapatkan dibanding dibangku kuliah atau di tempat kerja. Jadi akan saya manfaatkan dengan sebaik-baiknya sebagai motivasi di masa depan,” imbuhnya.

Astari berharap masyarakat Riau mendoakan yang terbaik bagi dirinya di ajang Pemilihan Puteri Indonesia 2017 dengan terus memberi dukungan, salah satunya, mengirim polling SMS saat grand final berlangsung 31 Maret 2017 malam, sebanyak-banyaknya.

Hidup Mandiri
Lahir di Bekasi pada 22 Maret 1992, Astari Aslam mengaku darah ayahnya orang Riau yang berasal dari Sungai Perak, Tembilahan, Indragiri Hilir, masih mengalir dengan subur. Dirinya selalu berkeinginan untuk menjadi orang Riau sesungguhnya, dengan mengenal adat dan budaya yang kental.

Gadis berusia 24 tahun ini merintis karier dengan suka duka setelah ditinggal ayahnya sejak usia 3 tahun itu, harus hidup dengan segala keterbatasan. Namun sedari kecil Astari selalu diajarkan hidup mandiri dan dituntut mengukir banyak prestasi agar mendapatkan beasiswa untuk dapat terus melanjutkan sekolah.

"Saya hidup dengan orangtua tunggal yaitu seorang ibu karena ayah saya meninggal dalam sebuah kecelakaan saat saya berusia 3 tahun. Saat itu ibu saya sedang mengandung  janin 3 bulan," cerita Astari.

Untuk menyambung hidup, ibunya berjualan baju dari pintu ke pintu, banyak fitnah yang menimpa keluarga mereka karena ibunya yang berstatus janda muda. "Tapi disitulah yang membuat kami memiliki mental baja seperti sekarang ini," kenang Astari lagi.

Dengan hidup serba kekurangan, keluarga Astari tetap tegar dan berusaha keras untuk bangkit. Ia pun tidak sampai memutuskan berhenti sekolah. Berkat kegigihan ibunya, Astari sampai juga menyelesaikan pendidikan sarjana di Sekolah Tinggi Bahasa Asing atau disingkat STBA-JIA Bekasi.

Karena tuntutan hidup, Astari pun tidak malu untuk berjualan keripik dari kelas ke kelas semasa menekuni pendidikan sekolah dasar. Setiap hari, keripik tersebut dibeli di pasar sehabis pulang sekolah, lalu dibungkus dan dijual ke teman-teman.

"Hal ini saya lakukan agar saya dapat terus mengenyam pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi," terangnya.

?Jadi wirausaha kecil-kecilan terus berlanjut hingga dia lulus SMA mulai dari berjualan jaket, kosmetik, buku hingga sepatu. Bahkan saat berkuliah, Astari juga sempat menjadi sales mobil keluaran Jermah hingga akhirnya memutuskan untuk merambah ke dunia modeling karena ingin keluar dari confort zone.

Model Berkelas
Astari Aslam bukanlah model dadakan akhir terpilih sebagai finalis Puteri Indonesia 2017 mewakili Provinsi Riau. Dari kecil bakat seni telah disalurkan ibunya ke lembaga latihan seni Tari. Keuletan dan kepiawaian, menjadikan dirinya terpilih sebagai model hingga host di Rajawali TV.

"Sedari kecil saya dituntut hidup mandiri. Ketika masih duduk di bangku sekolah dasar, saya berjualan keripik dari kelas ke kelas setiap harinya," terang mantan Miss Jewellery 2014 ini.

Disamping itu dia juga aktif jadi perwakilan sekolah untuk lomba seni budaya khususnya menari. Hasil prestasi diukir, memberikan imbalan manis berupa beasiswa setiap bulannya. "Hal ini jelas membuat beban keluarga terkurangi karena saya tidak perlu membayar iuran sekolah," lanjutnya.

Prestasi non akademik terus diukirnya untuk mengharumkan nama baik sekolah, salah satunya menjadi Mpok Kota Bekasi 2009 dan Purna Paskibraka 200. Bahkan sempat mendapatkan surat lulus masuk tanpa tes dari Universitas Padjajaran Bandung, tapi tawaran itu tidak diterima karena saat itu dirinya masih menjadi tulang punggung keluarga.

?Tawaran demi tawaran foto dan fashion show terus berdatangan, membukaan jalan dan mengangkat derajat perekonomian keluarga. Dia bahkan pernah dinobatkan sebagai Miss Jewellery tahun 2014, lalu runner up II Miss Jakarta Fair tahun 2010, Miss Indonesia International Motor Show Favorite tahun 2010, Fun Fearless Female Cosmopolitan dan Magazine tahun 2011.

Di akhir semester kuliah, Astari mendapatkan tawaran menjadi host lingkungan hidup yang tayang di salah satu tv swasta. "Banyak pengalaman yang dapat saya ambil selama 2 tahun menjadi host di sana, seperti mengenal berbagai budaya. Pahit dan manis di dunia entertaiment, tapi itu membuat saya lebih peka terhadap situasi sekitar," jelasnya.

Kini setelah lulus kuliah, Astari coba menjadi enterpreneur yaitu menawarkan sepatu dari berbagai merk terbaik. Namun dia masih menjalani profesi sekaligus hobi sebagai model dan host.

Kegiatannya menjadi seorang enterpreneur, model, dan presenter kini Astari pun aktif dalam kegiatan peduli terhadap lingkungan. Sosialisasi pada masyarakat untuk menjaga flora dan fauna langka, membersihkan sampah, pengelolaan sampah menjadi biogas, produk daur ulang, serta promosi pariwisata berbasis lingkungan seperti taman mangrove dan konservasi terumbu karang.

Astari Aslam berhasil mewakili Provinsi Riau pada ajang Pemilihan Puteri Indonesia 2017 menuju Jakarta untuk berlomba dengan peserta lainnya se-Indonesia. Bekal sebagai model papan atas Jakarta diharapkan bisa jadi keberuntungan berpihak padanya di PPI 2017. Perempuan penyuka sop tunjang ini ingin menginspirasi dan memberi kontribusi dan solusi terhadap masyarakat Indonesia khususnya dalam kepariwisataan dan kepedulian terhadap lingkungan.

Astari pun memiliki impian memberdayakan seluruh perempuan Indonesia dan generasi muda menjadi seorang enterpreneur yang tangguh, pun mampu menghadirkan dan mengelola segala potensi di tempat mereka sehingga dapat menjadi pilar dalam membangun perekonomian keluarga dan mampu menjadi pengusaha-pengusaha yang tangguh.(rul)

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »

Rabu, 19 September 2018 - 11:04:12 WIB

Legislator Pertanyakan Dasar Penyusunan RUU Kerja Sama Pertahanan Luar Negeri

Anggota Komisi I DPR RI Supiadin Aries Saputra mempertanyakan peran Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara yang tidak dimasukkan sebagai dasar penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kerja Sama Luar Negeri Bidang Pertahanan, khususnya dalam pembahasan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Kerja Sama antara Indonesia dengan Arab Saudi dan Belanda di Bidang Pertahanan.

Rabu, 19 September 2018 - 11:04:12 WIB

Legislator Pertanyakan Dasar Penyusunan RUU Kerja Sama Pertahanan Luar Negeri

Anggota Komisi I DPR RI Supiadin Aries Saputra mempertanyakan peran Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara yang tidak dimasukkan sebagai dasar penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kerja Sama Luar Negeri Bidang Pertahanan, khususnya dalam pembahasan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Kerja Sama antara Indonesia dengan Arab Saudi dan Belanda di Bidang Pertahanan.