Pengamat Politik Jangan asal Bunyi

Saiman: "Apakah Ini Character Assassination?"

Dibaca: 62050 kali  Rabu, 29 Maret 2017 | 20:37:34 WIB
Saiman:
Ket Foto : Saiman Pakpahan,SIP,Msi

PEKANBARU-riautribune: Penafsiran seorang pengamat politik terhadap sikap bupati Siak Syamsuar saat Rakorwil PKS, hendaknya tidak asal bunyi, bahkan terkesan menjatuhkan marwah seorang tokoh. Demikian diungkapkan Saiman Pakpaham pengamat Politik Universitas Riau kepada riautribune.

"Menurut Laswel Politic is who get what, when and how. Memang ketika kita belajar ilmu politik ada yang namanya etika politik, tetapi ingat ini sebuah fatsun, bukan berarti tata krama. Walhasil keliru jika seorang pengamat yang mengatasnamakan dirinya pengamat politik, justru menilai sikap seorang tokoh dengan data yang dangkal,"Ucap saiman yang menyangkan pernyataan seorang pengamat politik saat menerjemahkan keberadaan posisi syamsuar dalam Rakorwil PKS, Minggu (22/3) lalu.
  saiman juga menegaskan, kesimpulan tersebut justru menjadikan wadah seseorang untuk melakukan "Character assassination".
 
 Sementara itu pengamat politik lainnya Hizra Marisa,SIP,MSi juga menyangkan pernyataan, yang membawa-bawa status tokoh melayu dan kesantunan dalam politik.
 
  "Saya rasa itu hal yang berbeda, jangan disandingkan. Mengenai kesantunan, kita publik tidak tau seperti apa kondisinya. Kemudian diumpamakan seorang tokoh pemimpin melayu, justru statmen ini malah seperti ingin menjatuhkan figur tokoh tadi. Harusnya dianalisa secara mendalam, bukankah lebih elok, kita menyandingkan mereka berdua, Gubernur Riau Andi Rahman, dan bupati Siak sebagai figur-figur calon gubernur Riau di masa depan. Sehingga publik bisa memiliki pilihan-pilihan terbaik. bukan malah menjadikan mereka bertelagah atau berselisih dihadapan publik. Disinilah kadang kita, masyarakat Riau selalu terpecah,"Ucap Hizra.  
 
   Sementara itu, Drs. Syamsuar yang diwawancarai Riau Tribune.com menuturkan bahwa dirinya sudah melakukan konfirmasi kepada panitia, mungkin tidak bisa hadir tepat waktu dikarenakan agenda yang cukup padat.
"Sebelum sampai sayo sholat Ashar. Dan begitu sampai di hotel lokasi acara, agendanya sudah mulai. Saya kemudian membaca bahan pidato dulu. setahu saya pak gubernur sedang pidato, tidak elok saye yang terlambat ini masuk keruangan, sehingga terganggu khitmadnya acara, apalagi beliau ada pemimpin sayo,"Ucap Syamsuar.
Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Fokus Riau" Index »