Suap Pejabat Pajak, Ipar Jokowi Akan Bersaksi di Pengadilan

Dibaca: 27132 kali  Senin, 20 Maret 2017 | 10:44:17 WIB
Suap Pejabat Pajak, Ipar Jokowi Akan Bersaksi di Pengadilan
Ket Foto : foto tmpo

JAKARTA - riautribune : Adik ipar Presiden Joko Widodo, Arif Budi Sulistyo, akan bersaksi dalam sidang suap pejabat pajak di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta hari ini, Senin, 20 Maret 2017. Ia diduga menjembatani terdakwa Ramapanicker Rajamohanan Nair selaku Direktur PT EK Prima, untuk bertemu dengan petinggi Direktorat Jenderal Pajak.

Selain Arif, hari ini jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi juga memanggil tiga saksi lainnya. Mereka adalah Kepala Sub Direktorat Bukti Permulaan Direktorat Penegakan Hukum Ditjen Pajak Handang Soekarno, Yustinus, dan Andreas, ajudan Dirjen Pajak Ken Dwijugeasteady.

"Kami berharap semua bisa hadir," kata jaksa penuntut umum Ali Fikri melalui pesan singkat, Senin 20 Maret 2017.

Rajamohanan diduga menyuap Handang Soekarno sebesar Rp 1,9 miliar untuk menuntaskan masalah pajak yang dihadapi PT EKP. Perusahaan yang terdaftar sebagai wajib pajak di Kantor Pelayanan Pajak Penanaman Modal Asing Enam (KPP PMA Enam) ini tercatat memiliki lima masalah.

Masalah-masalah pajak PT EKP yakni pengajuan pengembalian pajak (restitusi), tax amnesty, surat tagihan pajak (STP), pencabutan pengusaha kena pajak (PKP), dan bukti permulaan.

Arif dan Rajamohanan sudah berkawan sejak 10 tahun silam. Direktur Operasional PT Rakabu Sejahtera itu diduga menghubungi Dirjen Pajak untuk membantu Rajamohanan.

Pertemuan antara Arif dan Ken terungkap pada sidang sebelumnya. Menurut kesaksian saksi Rudy Priambodo Musdiono, mantan Direktur PT Bangun Bejana Baja, pada pertemuan itu Arif membahas soal tax amnesty.

Selain pertemuan itu, Arif juga terungkap pernah menghubungi Ken untuk membicarakan masalah pajak PT EKP. "Pak Arief bilang ke saya sudah menyampaikan permasalahan Pak Mohan ke Pak Ken," ujar Rudy di hadapan majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin, 13 Maret 2017.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus Muhammad Haniv menjadi jembatan awal penghubung Arif dan Ken. Selanjutnya, Haniv meminta tolong Handang untuk menjadwalkan pertemuan antara Arif dan Ken. Haniv membenarkannya.(tmpo)

 

Akses Riautribune.com Via Mobile m.riautribune.com
 
Tulis Komentar Index »
Baca Juga Kumpulan Berita "Nasional" Index »